WAGUB JATENG : PERLU PENANGANAN EKSLUSIF DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN

0
327

KENDAL – Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs. Heru Sudjatmoko, M.Si mengatakan, penanggulangan kemiskinan harus dijalankan dengan sepenuh hati dan jangan setengah – setengah serta yang terpenting harus eksklusif sehingga keluarga miskin benar – benar mendpatkan perhatian yang semestinya.

Demikian disampaikan Wagup dalam paparannya soal Kebijakan Umum Percepatan Penanggulangan Kemiskinan di Jawa Tengah. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan ( TKPK ) Provinsi Jawa Tengah untuk wilayah eks Karisidenan Semarang, Kamis ( 29 / 10 ) di ruang Operation Room Setda Kendal. Strategi penanggulangan kemiskinan menurutnya harus diganti dengan yang baru supaya penanganan kemiskinannya tidak mandeg. Sinkronisasi antara provinsi dengan kabupaten / kota harus selaras khususnya dalam pembagian atau persentase penanganan yang harapannya dengan pembaian persentase penanganan, penanggulangan kemiskinan bisa optimal.

Untuk mengetahui apakah tindakan penanggulangan sudah dijalankan dengan benar, perlu dilakukan evaluasi langsung ke lapangan. Bantuan yang disalurkan sudah sampai kepada yang berhak ataukah semua keluarga yang dikategorikan miskin benar – benar masuk dalam data base. Namun, menurut Heru, penanganan kemiskinan tidak perlu menunggu data benar – benar valid, yang penting keaadan yang sebenarnya di lapangan.

Heru mengingatkan para kepala daerah supaya jangan merasa sukses dulu kalau tingkat kemiskinan di daerah yang dipimpinnya masih tinggi dan belum bisa diatasi. Masalah kemiskinan tiap daerah harus dicermati dengan baik sehingga suatu kabupaten atau kota berhasil dalam pembangunannya jika masalah kemiskinan bisa jauh dikurangi bahkan bisa teratasi. Penanganan kemiskinan, menurut Heru, bisa melibatkan pihak ketiga khususnya para pengusaha di daerah masing – masing melalui Corporate Social Responsibility ( CSR ).

Kegiatan Rakor tersebut diikuti Bupati atau yang mewakili dari Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Kendal sebagai tuan rumah. ( heDJ )

BAGIKAN