Kendal, Kabupaten Pertama di Indonesia Yang Ikuti Workshop Tunas Integritas KPK

0
242

KENDAL – Workshop Tunas Integritas untuk pejabat eselon II dan III yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) pertama kali diikuti oleh Kabupaten Kendal, berlangsung selama 4 hari ( 2 – 5 / 11 ) di Hotel Grand Wahid Salatiga. Para peserta selain berasal dari para pejabat Pemkab Kendal juga para anggota DPRD Provinsi Jateng serta DPRD Kabupaten Kendal.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, SH, MIP membuka kegiatan tersebut didampingi Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi, Kajati Jateng, Kabid Hukum Polda Jateng dan Setwan DPRD Jateng  Ketua DPRD Kendal dan Pj Bupati Kendal Drs. Kunto Nugroho hari Putranto, M.Si.

Pada pembukaan workshop tersebut, para peserta membubuhkan tanda tangan pada lembaran khusus untuk sebagai bukti dan komitmen untuk bersama – sama mendukung pencegahan korupsi dan pemberantasan korupsi.

Ganjar dalam sambutannya, mengajak semua stakeholder dan masyarakat Jawa Tengah untuk menyengkuyung bareng pencegahan korupsi dan pemberantasan korupsi. Integritas atau kejujuran harus dikedepankan dalam setiap perbuatan dan tindakan yang dilakukan. Menurutnya, pemberian remunerasi untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat bertujuan untuk menjalankan pemerintahan dengan baik.

Gubernur Jateng memberikan apresiasi pada Pemkab Kendal menjadi kabupaten / kota pertama yang bersedia secara resmi menjadi penyengkuyung Pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Pelatihan diselenggarakan atas kerjasama KPK dengan Pemprov Jateng dan Pemkab Kendal menurut Plt Inspektur Provinsi Jateng Drs. Budiharjo, MM bertujuan untuk membangun sistem integritas dalam penegakan hukum khususnya dalam pemberantasan korupsi. Pembentukan sistem integritas diharapkan menjadi tanggung jawab di baik pihak eksekutif dan legislatif serta yudikatif.

Worshop diisi dengan berbagai pelatihan untuk melatih para pejabat dan anggota dewan yang nantinya menjadi pelopor sekaligus mentor pencegahan korupsi di instansi masing – masing.

Ke depan, para peserta sejumlah 31 orang dari Pemkab Kendal, 35 orang dari DPRD Kendal dan 35 orang dari DPRD Kendal diharapkan memiliki pengetahuan tentang integritas individu, organisasi dan nasional dalam ruang lingkup menejemen integritas dan pemberantasan korupsi. Selain itu mereka harus mampu memetakan dan mengidentifikasi kesenjangan implementasi pembangunan sistem integritas yang telah dijalankan instansi.

Di samping itu, para peserta TOT ( Training of Trainers ) tersebut harus mampu menjaga diri dan melakukan coaching dan kampanye yang efektif. Kemudian mereka harus mampu menusun rencana aksi pembentukan penggerak integritas dan pembangunan sistem integritas untuk instansi. ( 03 / heDJ )

BAGIKAN