Ditemukan, Garam tidak Beryodium Dijual di Pasar

0
211

Garam tanpa zat yodium ternyata masih banyak beredar di pasar tradisional di Kabupaten Kendal. Fakta ini berdasarkan hasil razia Tim Gaky Kab Kendal dengan sasaran pasar-pasar tradisional.

Menurut Kasi Gizi Bagian Pelayanan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Endang Jumini mengatakan, setiap kali melakukan razia garam di pasar-pasar tradisional selalu ditemukan garam yang tidak mengandung yodium. Hasil razia tahun 2015 lalu, dari sekitar 62 merek garam yang beredar di kabupaten ini, ada 40 merek yang cukup memiliki kandungan zat zodium, 14 merek kurang , serta 8 merek tidak ada kandungan zat zodium. “Dari tahun ke tahun, tiap kali razia selalu ditemukan garam tidak beryodium,”ucapnya.

Sejauh ini, tim hanya memberikan pembinaan kepada pedagang  agar tidak lagi menjual garam tidak beryodium. Jika ada pemasok garam tidak beryodium disarankan agar tidak diterima. Namun faktanya para pedagang kurang begitu mengindahkan anjuran itu.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Saikhu mengatakan pihaknya tidak bisa melarang, karena belum ada Perda yang mengaturnya. Untuk itu, menurut dr Saikhu, sebaiknya langsung ditangani oleh provinsi, supaya menindak pabriknya. Sejauh ini, pihaknya sudah menyurati Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menindaklanjuti temuan tersebut. “Kami sudah memberi usul, tapi sampai sekarang belum ada respon positif. Karena perijinan produksi itu wewenang Provinsi,” tuturnya

Sedangkan untuk pembuatan perda, masih dipertimbangkan, mengingat butuh anggaran yang cukup besar. “Kami baru mengusulkan untuk segera membuat perbup-nya,”katanya.

Langkah antisipasi sudah dilakukan dengan sosialisasi kepada masyarakat supaya membeli dan mengonsumsi garam yang berzodium cukup. Karena pengaruhnya bagi kesehatan anak-anak sangat besar. Anak yang kekurangan zat zodium dapat memperlambat pertumbuhan dan mempengaruhi kecerdasannya.