Lembaga Pendidikan Muallimin Weleri Peringati Harlah bersama Jamaah Al Hikmah

0
506

Peringatan Hari Lahir (Harlah) Lembaga Pendidikan Muallimin Weleri diperingati dengan pengajian dan dzikir bersama pada Minggu (14/02/2016) di halaman SMP Muallimin Weleri. Pengajian yang diikuti seluruh siswa dan guru, juga dihadiri Jamaah Al Hikmah yang memenuhi halaman dan jalan di lingkungan sekolah. Pihak sekolah sengaja memberikan kepercayaan kepada para siswa untuk memimpin tahlil, manaqib dan barzanji. Sedangkan untuk pengajian, mengundang K.H. Dr. Mujib Qulyubi, Khatib Syuriah PB NU Pusat Jakarta untuk memberikan mauidhoh hasanah.

Kyai Mujib mengawali ceramahnya dengan mengatakan, bahwa kita harus bersyukur menjadi orang Islam yang hidup di Indonesia, terlebih Islam yg ahlissunah wal jamaah. Hal ini dikatakan K.H. Dr. Mujib Qulyubi, Khatib Syuriah PB NU Pusat Jakarta saat acara peringatah Harlah ke-48 Yayasan Lembaga Pendidikan Muallimin di Weleri Minggu (14/02/2016). “Berkat NU yang selalu mendengungkan cinta tanah air adalah sebagian dari iman, terbukti negara Indonesia selalu damai,”ujarnya.

Kyai Mujib menjelaskan, bangsa Indonesia harus berterima kasih kepada para tokoh pendiri NU. Sebab tujuan didirikan NU pada saat itu terkait dengan kondisi di dalam dan luar negeri. Kondisi dalam negeri yang waktu itu dijajah Belanda dan kondisi di luar negeri waktu itu Arab Saudi akan melarang amalan ahlissunah wal jamaah, seperti tahlil dan manaqib. Maka pada waktu itu tokoh NU atas nama Indonesia mengirim surat ke Arab Saudi untuk meminta agar amalah ahlissunah wal jamaah tidak diharamkan. Dan dengan alasan yang kuat, akhirnya Arab Saudi tidak jadi mengeluarkan fatwa haram terhadap amalan ahlissunah wal jamaah. “Indonesia tetap damai, tidak bergejolak seperti negara-negara di Timur Tengah, karena NU dengan ajaran ahlissunah wal jamaah selalu mengutamakan Islam Nusantara,”tegasnya.

Terhadap Lembaga Pendidikan Muallimin yang tetap mengajarkan amalah ahlissunah wal jamaah, Kyai Mujib memberikan apresiasi yang tinggi. Sebab, dengan begitu, tujuan pendidikan yang diharapkan bisa menyeluruh atau komprehensif, yang meliputi 3 hal, yaitu mendidik dengan mengutamakan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual. “Jadi, bukan hanya pengetahuan saja (knowledge), tapi mengutamakan perilakunya. Misalnya menjadi doktor, maka bukan doktor yang tidak mendapat hidaya,”katanya.

Sementara itu Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Muallimin Weleri K.H. Hassanudin, S.H. Mengatakan, lembaga pendidikannya mengutamakan output akademik dan output amaliyah. Outpun akademik  dengan memegang kurikulum yang sama seperti sekolah negeri, terbukti banyak lulusannya yang masuk ke perguruan tinggi negeri, bahkan perguruan tinggi di luar negeri. Sedangkan output amaliyah, karena menekankan pendidikan agama dengan ajaran ahlissunah wal jamaah, maka lulusannya akan menjadi generasi yang berakhlak mulia. “Amalan tahlil, manakib selalu dilakukan di sekolah. Insya Allah lulusan Muallimin pintar mimpin tahlil dan manaqib. Padahal yang suka tahlil dan manaqib itu tentu mendoakan kedua orang tuanya.,”jelasnya.

Kyai Hassanudin menegaskan, lembaga pendidikannya selalu memegang amanah sebagaimana pesan para pendirinya, agar selalu memberikan pengajaran tentang amalan ahlissunah wal jamaah.
Mualimin berjaya terus. “Kami tetap menjalankan pesan sesepuh dan pendiri lembaga ini. Alhamdulillah, prestasi akademis cukup membanggakan dengan meraih urutan 5 besar sekolah swasta di Kabupaten Kendal,”katanya.