Uji Coba Tanaman Padi Dengan Pemupukan Berimbang Dan Pola Tanam Jajar Legowo

0
731

Uji coba tanaman padi dengan pemupukan berimbang dan pola tanam jajar legowo di lahan milik H. Muhri di Kelurahan Langenharjo ternyata membuahkan hasil. Hasil panen dari lahan seluas 1 hektar pada Kamis (3/3/2016) mencapai 8 ton lebih. Padahal dengan cara tanam yang biasa dilakukan sebelumnya, hasil panennya sekitar 5-6 ton per hektar. Dengan hasil panen yang meningkat, Muhri mengatakan, akan melakukan cara tanam dengan metode tersebut. “Karena hasilnya bagus, ya akan menanam seperti ini lagi,”ujarnya.

Muhri, yang juga Ketua Poktan Langensari mengatakan, padi jenis si Denok yang ditanam bisa dipanen setelah berumur 93 hari. Keuntungannya lebih besar, karena selain hasil panennya meningkat, juga biaya untuk kebutuhan pupuk atau obat tanaman lebih sedikit. Menurut Muhri, lahan padi 1 hektar  yang biasanya butuh pupuk urea 3 kwintal, kali ini hanya 2 kwintal. “Biaya produksinya lebih hemat,”katanya.

Uji coba tersebut kerja sama Dinas Pertanian dengan perusahaan pupuk sebagai penyedia pupuk organik dan pupuk kimia. Koordinator PPL Kec Kendal Suwarno mengatakan, pemupukan berimbang dilakukan dengan pemberian pupuk organik dan mengurangi penggunaan pupuk kimia. Pemberian pupuk organik bertujuan untuk mengembalikan kesuburan tanah. Batangl tanaman ternyata lebih kokoh atau tidak gampang roboh. “Cara menanam seperti ini cocok di musim hujan, karena tanaman lebih tahan angin,”katanya.

Staf GP3K PT Petro Kimia Wuliyono mengatakan, upaya ini dilakukan untuk meningkatkan produksi padi sebagaimana program pemerintah menuju swasembada pangan. Langkah yang dilakukan, selain dengan pemupukan berimbang, juga dengan cara tanam jajar legowo. Hasilnya, dengan tanam jajar legowo ternyata mampu memperbanyak rumpun hingga 30 persen. “Makanya kami harap, para petani lainnya bisa meniru cara tanam seperti ini,”harapnya.