Ketua DPRD Kendal Prapto Utono: Pelabuhan Sepi Penumpang, Dishub harus banyak Promosi

0
391

Sebulan sudah Pelabuhan Tanjung Kendal dibuka yang ditandai dengan beroperasinya Kapal Kalibodri pada tanggal 6 Februari 2016 dengan rute Kendal menuju Kumai Kalimantan Tengah. Namun penumpangnya masih sepi, seperti pada keberangkatan Jumat (26/2/2016) sore jumlah penumpang hanya dua orang. Petugas Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP), Agus Salim, mengatakan, pemberangkatan terakhir di Februari terjadi pada Jumat sore (26/2/2016) hanya mengangkut dua orang penumpang saja.

“Jumat sore kemarin, Kapal Motor Penumpang (KMP) Kalibodri hanya mengangkut dua penumpang, yang berasal dari Kaliwungu. Karena operasional kapal ini merupakan subsidi dari pemerintah, maka ada atau tidak ada penumpang tetap berangkat, sesuai jadwal yang ada,” ujarnya.

Jika pada bulan Pebruari jadwal pemberangkatan seminggu dua kali, ternyata pada bulan Maret, jadwal pemberangkatan lima hari sekali. Padahal Menteri Perhubungan Ignatius Jonan pada saat  peresmian Minggu (21/2/2016) meminta agar kapal bisa beroperasi setiap hari. Namun Agus Salim mengatakan, kapal belum bisa berangkat setiap hari. “Melihat kondisi, pemberangkatan minimal lima hari sekali,”katanya.

Melihat jumlah penumpang yang masih sepi dan belum ada perkembangan, Ketua DPRD Kendal Prapto Utono meminta agar pihak Dinas Perhubungan Kendal harus lebih aktif untuk melakukan promosi atau sosialisasi kepada masyarakat, baik melalui media maupun selebaran. “Pokoknya harus segera melakukan sosialisasi supaya masyarakat tahu, kalau pelabuhan sudah dibuka atau beroperasi,”harapnya.

Prapto juga meminta kepada pihak Dishub Kendal supaya fokus melakukan terobosan-terobosan untuk meningkatkan jumlah penumpang. Selain sosialisasi ke masyarakat, juga bisa kerja sama dengan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. “Bila perlu harus jemput bola terhadap penumpang di Pelabuhan Tanjung Mas atau kapalnya yang geser,”katanya.

Sebenarnya tarif penumpang cukup murah, karena disubsidi oleh pemerintah. Kepala Dishub Kendal Subarso mengatakan, tarif kapal hanya dibedakan dua kelas, yaitu kelas Bisnis dan kelas Ekonomi. Untuk tarif kapal kelas  Bisnis dewasa sebesar Rp 306.250,- dan kelas Bisnis anak-anak Rp 233.250,-. Sedangkan tarif kapal untuk kelas Ekonomi dewasa Rp 149 ribu dan kelas Ekonomi anak-anak Rp 130 ribu. “Semuanya sudah termasuk asuransi dan makanan,”ujarnya.

Subarso menambahkan, kapasitas kapal  meliputi penumpang Eksekutif 68 orang, penumpang Duduk Ekonomi 198 orang, dan penumpang Ekonomi Dek 124 orang. Kapal juga memuat 18 truk dan 14 sedan. Perjalanan dari Kendal ke Kumai sejauh 274 mil ditempuh selama 27 jam, dengan kecepatan 9-13 knot.