Infrastruktur Jalan masih jadi Prioritas Pembangunan di Kendal

0
250

Pembangunan infrastruktur jalan masih menjadi prioritas utama di Kab Kendal. Hal ini disampaikan Bupati Kendal dr Mirna Annisa saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kab Kendal di Pendopo Kab Kendal Rabu (16/3/2016). Bahkan ditargetkan tahun 2017, pembangunannya sudah  mencapai 80 persen. “Upaya yang dilakukan, selain memaksimalkan dana dari APBD Kabupaten, juga akan meminta bantuan ke provinsi maupun pusat,”ujarnya.

Untuk pembangunan di Kab Kendal, Bupati Mirna menegaskan, tidak akan menganakemaskan salah satu kecamatan. Semua kecamatan akan diperlakukan sama dalam pemerataan pembangunan. Bupati Kendal juga mengatakan kepada tiap-tiap dinas harus memiliki program unggulan yang harus berhasil dilaksanakan.

Sementara itu, Ketua DPRD Kendal H Prapto Utono menyorti tentang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kab Kendal, yang dinilai masih bisa ditingkatkan lagi. Menurutnya, target pendapatan sebesar Rp 226 miliar masih bisa ditingkatkan lagi, paling tidak, bisa sampai Rp 250 miliar. Target itu bisa tercapai, jika serius mengoptimalkan potensi pajak dengan intensifikasi dan ekstensifikasi. “Banyak potensi yang belum digarap secara maksimal, di antaranya pendapatan di luar pajak seperti CSR juga belum dioptimalkan. Optimalisasi pajak hotel dan restoran, retribusi parkir, royalti air dari PDAM Semarang, retribusi galian C, dan pajak dari tower seluler yang masuk sama sekali. Jadi, potensinya masih banyak,”katanya.

Janti Setyorini dari Bappeda Provinsi Jateng mengatakan, untuk RKPD Jateng tahun ini prioritas pertama adalah ketahanan pangan dan eneri, sebab untuk infrastruktur jalan sudah dilakukan sejak tahun lalu. Yang menjadi persoalan secara umum di Jateng adalah angka kemiskinan, angka pengangguran, dan ketahanan pangan. Di tahun 2015 angka kemiskinan di Jateng mencapai 4,5 juta, dari jumlah total penduduk sekitar 35jt, sedangkan jumlah pengangguran di Jateng mencapai 860rb jiwa, lebih rendah dari tahun 2014 yang sebesar 978,9 juta jiwa. Untuk produksi pangan, walaupun cukup besar, namun jumlah penduduk juga besar, maka jumlah produksi pangan juga harus mendapat perhatian bersama. “Produksi pangan harus menjadi perhatian bersama, sebab jika tidak bisa mengimbangi dengan jumlah penduduk, maka dikhawatirkan tidak bisa mencukupi,”jelasnya.
BAGIKAN