Zulkifli Hasan Kunjungi Perajin Tas di Truko

0
284

Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kendal merasa terancam dengan diberlakukannya Masyarakat Ekinomi Asia (MEA). Hal ini disampaikan seorang perajin tas di Desa Truko Kec Kangkung Hasyim Nur Cholis kepada Ketua DPP Partai Amanat Nasional yang juga sebagai Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat acara Safari Kebangsaan Merajut Kebinekaan Sabang Merauke di Lapangan Desa Truko Senin (9/52016).

Nur Cholis yang dipercaya sebagai Ketua Paguyuban Sentra Industri Tas Kendal (Sintak) merasakan dengan banyaknya produk impor dari China yang harganya jauh lebih murah, menjadikan produk lokal Indonesia kalah di pasaran. Nur Cholis mengatakan, perajin lokal tidak mungkin bisa bersaing soal harga dengan produk asal China, karena bahan baku untuk produksi sebagian besar impor dari China. Untuk itu Ketua Sintak meminta kepada pemerintah agar melarang atau membatasi barang-barang jadi dari China.

“Produk kami kalah saing, karena produk dari China, selain kualitasnya bagus, juga harganya jauh lebih murah. Maka, kami minta supaya pemerintah bisa mengatasi barang-barang impor,”pintanya.

Menanggapi keluhan tersebut, Zulkifli berharap agar pemerintah bisa sedikit demi sedikit memproduksi bahan baku sendiri. Untuk membantu pelaku UMKM, Zulkifli juga berharap agar Pemkab mendukung pelaku UMKM, baik melalui permodalan maupun pemasaran.

“Saya minta, Pemkab bisa membantu, dengan mengikutkan pameran ke luar daerah, atau pemberian subsidi dan untuk kebutuhan-kebutuhan Pemkab agar membeli dari lokal sini,”ujarnya.

Bupati Kendal dr Mirna Annisa berharap, dengan kedatangan petinggi atau pejabat pusat seperti ini,  akan membawa berkah atau kemajuan bagi pelaku UMKM di Kendal. Saya berharap, dengan kedatangan para pejabat pusat, maka ada upaya untuk membawa atau memperkenalkan produk UMKM Kendal bisa dibawa ke ranah nasional dahkan internasional,”harapnya.

Degradasi Moral

Terkait dengan kemerosotan moral generasi muda sekarang, sebagai contoh kasus tindak kekerasan dan pemerkosaan terhadap Yuyun di Bengkulu hingga meninggal dunia oleh 14 remaja,  Zulkifli Hasan mengutuk perbuatan tersebut. Bahkan Zulkifli berharap agar para pelaku dihukum seberat-beratnya, karena sangat biadab, melanggar batas perikemanusiaan, melanggar Pancasila dan etika. Banyaknya tindakan asusila tersebut menandakan Indonesia sudah darurat narkona, daruran miras dan darurat pornografi. “Maka kami berharap para kader PAN mempolopori agar RUU tentang kekerasan itu supaya mendorong agar pelaku dihukum seberat-beratnya,”katanya.