Kendal sudah Punya Perda Madin dan Pendidikan Gratis

0
661

Dunia pendidikan di Kab Kendal mendapat kado besar menjelang Ramadan tahun ini. Yaitu dengan ditetapkannya Perda tentang Pendidikan Terjangkau dan Berkualitas, dan Perda tentang Pendidikan Diniyah non Formal. Kedua Perda tersebut merupakan Perda Inisiati DPRD Kendal yang ditetapkan Selasa (31/5/2016).

Ketua DPRD Kendal Prapto Utono mengatakan, dengan ditetapkannya dua Perda tersebut merupakan bukti kepedulian yang besar dari pihak DPRD Kendal dan Pemkab Kendal untuk memajukan pendidikan di Kab Kendal. Ditetapkannya dua Perda ini merupakan perjuangan panjang dari pihak dewan untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas yang harus bisa dinikmati oleh masyarakat Kendal. “Karena semua masyarakat Kendal berhak mendapatkan pendidikan yang baik, tanpa kecuali,”katanya.

Prapto mengatakan, dengan adanya Perda tentang Pendidikan Terjangkau dan Berkualitas, yang awal diajukannya adalah Raperda Pendidikan Gratis, maka tidak boleh ada lagi masyarakat yang terbebani dalam menyekolahkan anaknya. Beban wali murid pada saat ajaran baru dengan membayar uang gedung atau SPI tidak boleh ada lagi. Sebab nantinya pemkab akan mencukupi pendanaan untuk kebutuhan sekolah, baik fisik gedung atau sarana prasarana penunjang pendidikan di sekolah. “Jika selama ini dana BOS masih belum cukup untuk biaya operasional sekolah, maka Pemkan akan memberikan dana pendamping BOS. Minimal tahun 2017 sudah ada dana pendamping BOS, tapi disesuaikan dengan keuangan daerah,”ujarnya.

Satu lagi, Perda tentang Pendidikan Diniyah non Formal. Perda ini ketika pengajuannya adalah Raperda Madrasah Diniyah (Madin). Menurut Ketua Dewan, Perda ini dibuat sebagai bentuk tanggung jawab atau peran aktif dalam membangun karakter anak-anak. Nantinya, semua anak SD dan SMP harus bersekolah di Madrasah Diniyah yang dilakukan terpisah dengan sekolah umum atau bisa dilakukan di sekolah umum dengan pemberian mata pelajaran khusus diniyah. Perda ini juga bentuk kepedulian terhadap Madrasah Diniyah, sehingga Pemkab akan memberikan bantuan untuk memajukan Madin. “Harapannya juga supaya ada peningkatan kesejahteraan bagi guru Madin,”katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kab Kendal Drs Muryono MPd mengatakan, akan segera merumuskan untuk pelaksanaan dua Perda Pendidikan ini. Terkait dengan anggaran untuk menunjang implementasi dua Perda tersebut akan disesuaikan dengan kemampuan daerah. “Tapi kami akan maksimalkan supaya pendidikan di Kendal semakin lebih baik dan berkualitas,”ujarnya.

Sementara itu Ketua Pansus 3 DPRD Kendal, Ahmad Zainudin, mengatakan, walaupun Pansus sudah dibubarkan, tapi sebagai anggota Komisi D yang bermitra denga Dinas Pendidikan akan terus mengawal agar pelaksanaan Perda tersebut berjalan dengan baik dan maksimal. “Kami akan berupaya supaya pendidikan dirasakan oleh semua masyarakat dan terjangkau bagi semua masyarakat,”harapnya.