Tiap Bulan 200 Warga Kendal Berangkat Kerja ke Luar Negeri

1
395
Rata-rata tiap bulan di Kabupaten Kendal ada sekitar 200 lebih tenaga kerja yang berangkat kerja ke luar negeri. Hal ini dikatakan Ketua DPC Organisasi Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (Aspataki) Kendal, Fajar Widiatma saat acara buka puasa bersama dan santunan yatim piatu di Pendapa Kabupaten Kendal Sabtu (25/6/2016). Angka ini menunjukkan, masih banyak warga Kabupaten Kendal yang membutuhkan pekerjaan di luar negeri. Tentu karena gaji di luar negeri cukup besar, selain sulitnya mencari pekerjaan di dalam negeri. Pengiriman tenaga kerja dari Kendal kebanyakan ke negara Malaysia, singapura, Hongkong dan Taiwan.

Melihat fakta ini, Aspataki berharap pemerintah tidak menghalang-halangi warganya untuk bekerja ke luar negeri yang sebagian besar bekerja di sektor informal. Pasalnya pekerja sektor informal inilah yang sampai saat ini masih mendominasi pekerja Indonesia, terutama Tenaga Kerja Wanita (TKW). Sebab dengan tidak memerlukan latar pendidikan yang tinggi. Menurut Fajar, selama ini pengiriman tenaga kerja dari Kendal tidak ada masalah, karena pelayanan dari Pemkab Kendal cukup baik. “Kendala justru dari pemerintah dengan regulasi dan isu-isu penutupan pengirman tenaga kerja ke luar negeri,”ujarnya.

Fajar mengatakan, dengan adanya acara buka bersama dan santunan terhadap yatim piatu menunjukkan, jika PJKTI di Kabupaten Kendal memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar. “Acara ini berkat berjasama para PJTKI yang memiliki kepedulian terhadap sesama,”katanya.

Sementara itu, Sekretaris Disnakertrans Kendal, Mashuri berharap PJTKI sebagai pengusaha harus bisa menyisihkan penghasilannya untuk kepentingan sosial dan pembinaan lingkungan sekitar. “Sesuai peraturan, pengusaha wajib mengeluarkan dana CSR sebagai bentuk tanggung jawab sosial,”katanya.

Acara buka puasa bersama dan santunan dihadiri sekitar 320 anak yatim piatu. Setelah berbuka puasa bersama, masing-masing anak medapatkan amplop berisi uang.