MIN Kalibuntu Kendal Gelar Pesantren Kilat

0
485
Kelompok santri dari Madrasah Aliyah Mualimin dan Mualimat Yogyakarta mengadakan kegiatan Pesantren Kilat di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kalibuntu Kendal. Pesantren Kilat yang diadakan selama tiga hari, Senin-Rabu (27-29/6/2016) hanya diikuti murid kelas 5 yang baru saja naik ke kelas 6, semuanya berjumlah 118 anak.

Para santri putra dan putri yang menamakan sebagai Assosiasi Mualimin Mualimat Klaten Semarang dan Sekitarnya (AMMAKSDA). Mereka membentuk kepanitiaan yang anggotanya bukan hanya dari Kendal, tapi dari daerah lain, seperti Semarang, Jepara, Pati, Klaten dan daerah lainnya. Ketua Panitia, Muhammad Elnath Gunawan berasal dari Kendal yang kebetulan alumni MIN Kalibuntu. Dikatakan, kegiatan Pesantren Kilat merupakan bakti sosial untuk mengisi liburan sekolah, sekaligus untuk mengamalkan ilmunya kepada adik-adik di madrasah diniyah. “Kegiatan ini sudah lama dan rutin dilakukan tiap tahun, dengan lokasi di daerah yang berbeda-beda. Kebetulan Ramadan tahun ini dilakukan di Kendal,”katanya.

Elnath mengatakan, tujuannya semata-mata untuk menanamkan kepada adik-adik agar bangga menjadi anak Islam, sehingga mengambil tema Berani Unjuk Diri Bangga jadi Anak Islam. Materi yang disampaikan meliputi Aqidah, Akhlak, Ibadah, fiqhiyah, dan pengetahuan lainnya. “Materi bukan hanya ceramah, tapi ada outbond dan lomba-lomba, supaya anak-anak tetap ceria selama mengikuti kegiatan,”ujarnya.
Kepala MIN Kalibuntu, Musyadad merasa senang dengan kehadiran para santri yang mau mengamalkan ilmunya dengan mengadakan kegiatan Pesantren Kilat di madrasah yang dipimpinnya. Untuk itu, kepada anak-anak diharapkan agar mengikuti kegiatan dengan semangat sampai selesai. “Ikuti dan serap ilmu dari kakak-kaka yang di sekolah tidak ada. Jangan sia-siakan, manfaatkan sebaik-baiknya, karena di sekolah lain tidak ada mendapat kesempatan seperti ini,”harapnya.

Sebagai Kepala Madrasah, Musyadad memberikan apresiasi kepada para santri yang mau mengamalkan ilmunya. Bagi para santri, kegiatan ini menunjukkan, bahwa para santri telah mendidik jiwa kemandirian. Menurutnya, karena para santri telah dibekali ilmu kemasyarakatan, sehingga selalu siap untuk terjun di masyarakat. “Dengan kehadiran para santri, semoga anak didik kami akan menjadi murid yg cerdas, lebih maju, berahlak tinggi, dan kelak akan menjadi anak bangsa yang mau berubah dan bersaing dengag dunia luar,”pungkasnya.