Calhaj dari KBIH Al Barokah Milik Mbah Dim Berangkat dari Pendopo Kabupaten

0
793

KBIH Al Barokah di Pondok Pesantren Al Fadlu wal Fadhilah memberangkatkan 136 jamaahnya bersama jamaah calon haji Kab Kendal dari Pendopo Kab Kendal Jumat (26/8/2016) sore. Tahun-tahun lalu biasanya jamaah KH Dimyati Rois itu langsung berangkat dari Kaliwungu, tidak bergabung dulu dengan jamaah lain di Pendopo Kab Kendal. Dari Kaliwungu, mereka dilepas oleh Ketua KBIH Al Barokah, Alamuddin Dimyati Rois. Mereka ikut kloter 45 berangkat dari Kendal menuju Asrama Haji Donohudan pukul 17.00. Selanjutnya mereka akan terbang ke Arab Saudi pada Sabtu (27/8) pukul 23.00.

Alamuddin mengatakan, kondisi cuaca di Arab Saudi saat ini sangat panas. Cuaca diperkirakan lebih dari 40 derajat celsius. Dia mengimbau jamaah haji jangan keluar bila memang tidak perlu. Selain itu banyak mengonsumsi air putih untuk mengurangi cuaca panas di tanah suci. Dengan banyak mengonsumsi air putih bisa mengurangi dehidrasi, sehingga jamaah bisa melaksanakan seluruh rukun haji dengan lancar dan tanpa halangan. Apalagi saat melakukan wukuf di Arafah diperlukan tenaga ekstra dan kesehatan yang benar-benar baik. ”Kami juga menyiapkan tiga orang pembimbing bagi jamaah haji tersebut,” kata dia.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama Kendal Sumari mengatakan, tahun 2016 ini jumlah calon jamaah haji asal Kendal sebanyak 772 orang. Mereka terbagi dalam tiga kelompok terbang, yakni kloter 45, 71, dan 72. Kloter 45 seluruhnya berasal dari Kabupaten Kendal, sedangkan kloter 71 dan 72 merupakan gabungan dengan jamaah haji asal Demak dan Grobogan.”Untuk kloter 71 berangkat dari Pendopo Kabupaten tanggal 3 September pk 03.00 dini hari, sedangkan kloter 72 tanggal 4 September pk 06.00 WIB,”ujarnya.

Dia mengatakan, sejak tiga tahun lalu, Pemrintah Arab Saudi memotong kuota 20 persen per tahun untuk semua negara, karena sedang melakukan renovasi. Dengan adanya pemotongan kuota itu, calon jamaah haji yang mendaftar di tahun 2016 akan berangkat pada tahun 2038 atau sekitar 22 tahun lagi. Hal itu karena daftar tunggu yang telah ditentukan dari Kementerian Agama Pusat.”Tapi jika renovasi selesai, kemungkinan kuotanya dikembalikan lagi seperti semula,”katanya.