Bupati Mirna Perjuangkan Masa Tugas Perangkat Desa sampai Usia 60 tahun

0
442

Bupati Kendal dr Mirna Annisa memperjuangkan masa tugas perangkat desa sampai berusia 60 tahun. Hal ini sudah dimasukan dalam draft Raperda tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa Kab Kendal 2016 yang segera dibahas oleh DPRD Kendal. Asisten Pemerintahan Pemkab Kendal Winarno mengatakan, Raperda ini akan dibahas mulai Senin (07/11/2016) dalam rapat paripurna DPRD Kendal. “Pansusnya akan dibentuk dalam rapat paripurna Senin (07/11/2016) besok,”kata Winarno saat jumpa pers di Rumah Dinas Bupati Kendal Minggu (06/11/2016).

Winarno mengatakan, perangkat desa di Kab Kendal ada yang diangkat dengan masa jabatan sampai usia 65 tahun (sesuai Undang-undang Nomor 5 Tahun 1979), masa jabatan selama 20 (sesuai Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999), dan masa jabatan sampai usia 60 tahun (sesuai Undang-undang Nomor 4 Tahun 2014 tentang Desaa). Dijelaskan, sesuai Surat Edaran dari Dirjen Bina Urusan Daerah Kemendagri Nomor 140/904/BPD/2016 tanggal 4 Februari 2016,  perangkat desa yang SK masa jabatannya 20 tahun, jika setelah masa jabatan 20 tahun habis, namun perangkat tersebut belum berusia 60 tahun, maka masa jabatannya akan diperpanjang sampai berusia 60 tahun. “Jadi, untuk perangkat desa yang diangkat dengan masa jabatan 20 tahun, maka masa jabatannya akan diperpanjang sampai berusia 60 tahun,”jelasnya.

Ketua Komisi A DPRD Kendal Solihin mengatakan, setuju dengan isi draft Raperda yang diajukan Bupati Kendal tentang perangkat desa yang diangkat dengan masa jabatan 20 tahun, bisa diperpanjang sampai berusia 60 tahun. “Bagi perangkat dengan SK masa jabatan 20 tahun, maka masa jabatannya bisa diperpanjang sampai berusia 60 tahun,”katanya.

Kabag Tata Pemerintahan Setda Kendal, Wahyu Hidayat menambahkan, perangkat desa di Kab Kendal total 2.183 orang. Jumlah perangkat yang masa jabatan sampau usia 65 tahun sebanyak 556 orang, yang masa jabatan selama 20 tahun sebanyak 817 orang dan yang masa jabatannya sampai usia 60 tahun sebanyak 700 orang. “Jumlah perangkat yang desa yang kosong sebanyak 226 orang,”tambahnya.