Bupati Mirna Lepas 10 KK Transmigran Kendal

0
234

Sebanyak 31 jiwa dari 10 kepala keluarga asal Kab Kendal Minggu (21/11/2016) dilepas Bupati Kendal untuk berangkat transmigrasi ke Kapuas Kalimantan Tengah. Meraka berasal dari 9 desa di 6 kecamatan di Kab Kendal. Di sana, meraka akan mengarap lahan untuk menanam padi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kendal Dewi Diniwati mengatakan, mereka akan tinggal di Desa Saka Binjai Kec Kapuas Murung Kab Kapuas. Tiap KK mendapat lahan seluas 2,25 hektar, terdiri-dari satu hektar lahan siap tanam dan satu hektar lahan lagi butuh pengolahan dan 0,25 hektar berupa lahan kebun. Selain itu, juga mendapat tempat tinggal dan biaya hidup selama satu tahun. “Sebelumnya, telah mendapat pelatihan untuk bekal bekerja di lokasim”katanya.

Ketua rombongan transmigrasi, Surani Trimo, menyatakan memang 10 KK tersebut sudah membulatkan niat untuk transmigrasi ke Kalimantan. Sebab rata-rata 10 KK tersebut sebelumnya sudah pernah lama tinggal dan merantau kerja di Kalimantan.

“Jadi sudah mengerti karakter warga pedalaman sana dan mengerti cara menghadapi suku dayak jika ada permasalahan. Kami rencananya akan hidup dalam satu kelompok agar mudah dalam mengkoordinir nantinya,” katanya.

Bupati Kendal, Mirna Annisa saat pelepasan di rumah dinas Bupati, sebenarnya merasa keberatan terhadap warganya untuk transmigrasi. Sebab di Kendal menurutnya masih banyak hal yang bisa dikerjakan.

“Lahan pertanian juga masih banyak, sebenarnya tidak perlu sampai transmigrasi. Tapi, bagaimanapun saya menghargai niatan 10 KK ini untuk merubah nasih di Kalimantan. Hal terpenting adalah jaga diri dan nama baik daerah asal serta perhatikan pendidikan anak-anak,” kata Mirna.

Mirna meminta agar 10 KK tersebut selama hidup disana terus mengabarkan kondisinya selama disana. Termasuk jika tidak ada perhatian dan penempatan yang tidak jelas di Kalteng. “Selalu komunikasi dengan saya atau Komisi D DPRD Kendal, kami akan selalu siap membantu,” tandasnya.

Ketua Komisi D DPRD Kendal, Anurrochim, berpesan supaya para calon transmigran tersebut mawas diri, mengdepankan sikap toleransi dan dan saling menghormati. Sebab, di Kalimantan mereka akan bertemu dengan orang-orang dari daerah lain yang memiliki karakter berbeda-beda. “Jangan merasa pintar dan pandai-pandai menyesuaikan diri,” tuturya.