Satpol PP Kendal Gencarkan Razia Miras

0
287

Penjual miras rupanya tidak kapok juga dengan adanya korban meninggal dunia karena minum miras oplosan yang baru terjadi beberapa hari lalu. Hal ini dilihat dari razia miras yang dilakukan oleh Satpol PP Kendal, Rabu (23/11/2016). Ratusan liter minuman keras jenis ciu dan bahan oplosan berhasil diamankan petugas Satpol PP kabupaten Kendal di dua tempat terpisah.

Dua tempat terpisah tersebut yakni di wilayah Kecamatan Kaliwungu Selatan dan Pegandon. Dalam razia tersebut, sebelumnya petugas dibagi menjadi dua tim. Tim pertama bergerak melakukan razia di wilayah Pegandon dan Boja, sedangkan tim dua bergerak menuju ke Limbangan dan Kaliwungu Selatan.

Dalam razia itu, petugas Satpol PP berhasl mengamankan sebanyak 280 liter miras jenis ciu serta puluhan liter bahan miras oplosan yang dikemas di botol plastik air mineral ukuran besar di Desa Protomulyo Kaliwungu Selatan dan di Desa Tegorejo Pegandon.

Kepala Satpol PP Kendal Toni Ariwibowo melalui Kasi Penegakan Perda, Agus Prakoso mengatakan razia miras ini merupakan upaya dalam menyikapi dan menindaklanjuti laporan dari masyarakat yang sudah sangat meresahkan lingkungan. Selain itu, bahaya dan efek akan miras yang berujung pada kematian. “Selain adanya laporan dari masyarakat, razia miras juga dalam rangka penegakan Perda nomor 4 tahun 2009 sebagai salah satu upaya pemberantasan minuman keras untuk mewujudkan Kendal bebas dari peredaran dan penyalahgunaan miras yang ujungnya hingga kematian,”katanya.

Agus mengungkapkan, ratusan liter ciu yang masih dikemas dalam jerigen ukuran 45 literan tersebut ditemukan disebuah bak truk Nopol E 8552 L yang terpakir disamping rumah di Desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan.

“Saat kami temukan ratusan liter miras jenis ciu yang disimpan di jerigen berada di bak truk, beberapa warga yang kami temui mengatakan jika didalam truk adalah pasir. Ternyata keterangan warga hanya kamuflase saja untuk mengelabuhi petugas,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sebelum mengamankan miras tersebut, pihaknya menghubungi perangkat desa, babinsa serta camat setempat untuk menjadi saksi atas penemuan miras ini. “Kami sengaja hadirkan perangkat desa untuk menjadi saksi atas penemuan miras ini, sebelum dibawa ke kantor untuk menjadi barang bukti.