POLRES KENDAL TUGASKAN SEKITAR 500 PERSONIL UNTUK PENGAMANAN NATAL DAN TAHUN BARU

0
423
Polres Kendal menugaskan anggotanya sebanyak 430 personil untuk pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru. Selain itu juga melibatkan personil dari instansi lain sebanyak 140 otang, yaitu dari TNI, Sastpol PP, Dinas Perhubungan, Pemadam Kebakaran, PMI dan lainya. Hal ini disampaikan oleh Kapolres Kendal AKBP Maulana Hamdan saat Upacara Gelar Operasi Lilin Candi di Mapolres Kendal Kamis (22/12/2016). Upacara dipimpin Direktur Direktorat Pengamanan Objek Vital Polda Jateng Kombes Sugeng Ramelan dan bertindak sebagai komandan upacara Kasat Sabhara AKP Fajar Widiyanto.

Kapolres Maulana mengatakan, para petugas lebih diploting atau ditempatkan di gereja-gereja yang ada di Kab Kendal. Polres Kendal juga mendirikan 4 Pos Pengamanan yang ditempatkan di gereja-gereja yang jemaatnya lebih dari seribu orang. Untuk gereja-gereja lainnya tetap ditempatkan petugas, namun jumlahnya tidak sebanyak gereja yang besar. “Tiap Pospam dijaga 20-30 petugas ditambah petugas dari unsur lain,”katanya.

Kapolres Maulana mengatakan, sebelumnya telah melakukan persiapan-persiapan guna pengamanan yang lebih maksimal, yaitu dengan mengadakan rapat-rapat koordinasi lintas sektoral yang mengundang tokoh-tokoh agama dan ormas keagamaan.  Pengamanan ini terutama untuk mencegah adanya kegiatan sweaping dan tindakan radikalisme dari sekelompok orang. “Pertemuan atau rapat-rapat itu tujuannya untuk menyamakan persepsi untuk menciptakan situasi agar tetap aman dan kondusif, sehingga masyarakat, terutama kaum yang merayakan Natal tetap merasa tenteram dan damai,”katanya.

Direktur Direktorat Pengamanan dan Objek Vital Polda Jateng, Kombes Sugeng Ramelan, mengatakan, objek vital yang perlu dijaga dalam rangka Natal dan Tahun Baru yaitu tempat ibadah, tempat hiburan, dan sarana perhotelan. Objek-objek tersebut menjadi prioritas utama dan tentunya masyarakat. Hal itu agar kegiatan mereka yang melaksanakan ibadah bisa berjalan dengan tenang dan hati yang sejuk. ”Polda Jateng mengerahkan 2/3 kekuatan dan masih dibantu dari TNI dan pemerintah daerah seperti dinas kesehatan, pemadam kebakaran, dan lain sebagainya. Mereka akan bertugas selama 10 hari yang dimulai 23 Desember 2016 hingga 1 Januari 2017,”jelasnya.