Harga Singkong di Petani Turun

0
1394

Walaupun harga-harga kebutuhan pokok di pasar cenderung naik, namun harga hasil panen dari petani tidak selalu naik, bahkan bisa turun sampai di bawah harga normal. Hal dialami petani di Desa Ngargosari Kec Sukorejo, seperti Pak Miskam. Hasil panen ketela pohon atau singkong saat ini hanya laku Rp 690 per kilogram. Padahal hasil panen singkongnya dulu pernah dihargai Rp 1500 hingga Rp 2100 per kilogram. Dikatakan, beberapa tahun lalu hasil panen singkongnya dibeli oleh salah satu pabrik pati di Pati dengan harga Rp 2.100,- per kilogram. Namun sekarang pabrik itu tidak lagi membelinya, sehingga dijual di tempat lain di Wonogiri dengan harga Rp 690,- per kilogram. “Kalau di pasar mungkin harganya bisa lebih tinggi, tapi kalau di pasar kan belinya sedikit,”ujarnya.

Demikian pula harga cabe merah, hasil panen saat ini hanya dihargai Rp 21 ribu per kilogram. Padahal panen tahun lalu pernah dihargai sampai Rp 60 ribu per kilogram. Harga cabe di pasar yang kadang bisa mencapai Rp 100 ribu lebih, ternyata tidak pernah dialami oleh Pak Mistam, karena tidak pernah menjual langsung ke pasar. “Kalau panen sudah ada pedagang yang membeli langsung ke sawah sini,”katanya.

Untuk harga buah jambu getas merah, juga nasibnya sama, saat ini hanya Rp 1500 per kilogram. Dulu harga jambu getas merah hasil panennya pernah dihargai Rp 2 ribu hingga Rp 3 ribu per kilogram. Pak Mistam kurang begitu paham mengapa harga jambu tidak sebagus seperti dulu. “Gak tahu kok sekarang harganya rendah,”keluhnya.

BAGIKAN