Peserta JKN BPJS di Kendal baru Capai 57 Persen

Peserta JKN BPJS di Kendal baru capai 57 persen

0
464

Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kab Kendal baru mencapai 57 persen, padahal awal Januari 2019 semua warga negara Indonesia harus sudah ikut program JKN. Untuk mengejar target tersebut, pihak BPJS terus melakukan sosialisasi ke masyarakat dan mempermudah cara pendaftarannya.

Kepala BPJS Wilayah Kendal, Peni mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, mulai dari pegawai negeri, perusahaan, UMKM dan lainnya. Untuk mengajak masyarakat agar segera mendaftar JKN ke BPJS berbagai kemudahan telah dilakukan, seperti pendaftaran secara online, pendaftaran secara kelompok melalui lembaga atau organisasi. Bahkan untuk menjangkau ke kampung-kampung, kini pendaftarannya bisa melalui kantor kecamatan. “Mulai sekarang, pendaftarannya bisa melalui kantor kecamatan supaya lebih dekat,”katanya.

Peni mengatakan, walaupun sudah melakukan sosialisasi, tapi banyak juga yang belum mendaftar. Seperti  perusahaan-perusahaan di Kab Kendal, walaupun sudah dilakukan sosialisasi, tapi masih banyak yang belum mendaftarkan karyawannya ke BPJS. Padahal pihak perusahaan wajib mendaftarkan semua karyawannya ke BPJS, karena merupakan hak karyawan. Bagi perusahaan yang tidak mendaftarkan karyawannya ke BPJS akan mendapatkan sanksi, seperti sanksi perpanjangan izin maupun sanksi denda. “Yang sudah mendaftarkan karyawannya sudah hampir 300 perusahaan, tapi masih banyak yang belum, termasuk perusahaan besar juga ada yang belum,”katanya.

Ketua Dewan Buruh Kab Kendal, Misbakhun mengatakan, belum semua tuntutan buruh dipenuhi, yaitu hapuskan sistem outsourching, kepastian pekerjaan dan kepastian jaminan sosial. Dikatakan, saat ini masih ada perusahaan yang belum penuh memberikan jaminan sosial, seperji BPJS Kesehatan, BPJS Tenaga Kerja. “Belum semua perusahaan mengikutkan pekerjanya ke BPJS, padahal ini hak pekerja,”katanya.