Eksekusi Lahan Tol di Wungurejo dan Tejorejo Sempat Ricuh

Eksekusi lahan tol di Wungurejo dan Tejorejo 2017

0
1206

Eksekusi lahan tol di Desa Wungurejo dan Tejorejo Kec Ringinarum sempat diwarnai kericuhan. Ratusan warga yang lahan sawahnya terkena jalan tol berusaha menghalang-halangi proses eksuksi, namun dapat diatasi oleh ratusan petugas. Para warga, termasuk ibu-ibu dan anak-anak sejak Selasa (9/5/2017) pagi telah berkumpul di lokasi. Mereka meminta supaya eksekusi ditunda sampai mendapatkan ganti rugi yang wajar.

Kapolres Kendal AKBP Firman Darmansyah mengatakan, untuk pengamanan eksekusi ini melibatkan 420 personila, yang terdiri dari 350 personil inti dan 70 personil cadangan. Para petugas akan terus berjaga selama proses pembangunan jalan tol.

“Eksukusi berjalan lancar, karena warga menyadari jika pembangunan jalan tol ini untuk kepentingan umum. Namun pasca eksukusi hari ini, tetap akan dilakukan penjagaan, terutama alat-alat berat,”katanya.

Ketua PPKom, Tendy Haryanto mengatakan, terkait dengan penolakan warga atas ganti rugi lahan yang hanya dihargai Rp 220 ribu, karena penentuan harganya dilakukan pada tahun 2015 lalu. Padahal ganti rugi lahan di desa sebelahnya mencapai Rp 400 ribu. Saat itu, pihak warga yang tidak setuju mengajukan keberatan ke pengadilan. Dalam sidang di Pengadilan Negeri Kendal, gugatan warga diterima dan ganti rugi menjadi Rp 350 ribu. Namun dalam banding yang diajukan pihak BPN, gugatan warga tidak diterima, sehingga harga ganti rugi kembali ke Rp 220 ribu.

“Memang hargaganti ruginya beda, karena yang di Wungurejo dan Ringinarum dilakukan tahun 2015, sedangkan yang di desa sebelahnya dilakukan tahun 2016,”katanya.