Peternak Yayasan Nurul Ummah Kendal Bermitra dengan Laznas sebagai Suplier Hewan Qurban

Peternak Yayasan Nurul Ummah bermitra dengan Laznas sebagai suplier hewan Qurban 2017

0
1034

Sebanyak 13 peternak Kendal binaan yayasan Nurul Ummah Kendal menjadi suplier program qurban Dompet Dhuafa. Dompet Dhuafa ini merupakan Lembaga Amil Zakat Nasional yang sudah terdaftar di Kementerian Agama RI.  Kerjasama suplier program qurban Dompet Dhuafa ini dituangkan dalam MoU antara Yayasan Nurul Ummah Kendal selaku mitra pemberdayaan dengan Karya Masyarakat Mandiri selaku vendor suplier program qurban Dompet Dhufa. “Ini merupakan kebanggaan tersendiri, karena dari 35 kabupaten se Jawa Tengah, hanya sekitar 5 kabupaten yang menjadi mitra qurban melalui lembaga mitra yang sudah kerjasama’’ terang Arif Fajar Hidayat selaku Koordinator Program Mitra.

Arif mengatakan, pada tahap awal sudah diakadkan pengadaan qurban sebanyak 115 ekor kambing. Nantiny vendor KMM merupakan satu-satunya penyuplai hewan kurban Dompet Dhuafa. “Jumlah hewan yang diakadkan, jelas sudah langsung terbeli selama sesuai spesifikasi yang sudah diakadkan” terang Arif.

Program Qurban yang digagas oleh Dompet Dhuafa bernama Tebar Hewan Kurban. Program ini merupakan kombinasi antara pemberdayaan dan distribusi hewan kurban di wilayah mitra. “jadi mitra pemberdayaan mendapat amanah untuk memberdayakan peternak lokal untuk supply hewan ternak dan juga mendistribusikannya.” Jelas Arif.

Untuk pemberdayaan peternak sendiri tersebar di 4 kandang di wilayah yang berbeda. Yaitu di desa Gonoharjo Kecamatan Limbangan, Desa Kebonharjo Kecamatan Patebon, Desa Sukorejo Kecamatan Sukorejo dan Desa gedong Kecamatan Patean. Adapun jenis hewan yang dipelihara adalah domba dengan 2 spesifikasi. Yaitu domba standar dengan bobot minimal 25-29 kg dan domba premium dengan bobot 30 kg ketas. Selain syarat bobot, hewan ternak harus jantan, sehat, tidak cacat, cukup umur dan bebas dari penyakit. Untuk memastikan kondisi hewan ternaknya, secara reguler diadakan monitoring hewan ternak langsung dari kantor Dompet Dhuafa Pusat.

Program pemberdayaan qurban ini langsung bisa dirasakan manfaatnya. Hal ini dikarenakan peternak yang terlibat dalam program ini akan didampingi dan diberikan pengetahuan manajemen ternak modern. Selain itu, dengan mekanisme ini juga menguntungkan para peternak. Harga jual yang ditawarkan juga menguntungkan peternak, karena dihargai dengan harga tinggi. Hal ini terjadi karena progra qurban ini bisa memangkas alur distribusi dan langsung mempertemukan peternak dan pembeli dalam jumlah besar. “Kalau tidak mengikuti program pendampingan, peternak tidak boleh ikut program pemberdayaannnya. Karena Standar Operasional Prosedur sudah ada dan harus dilakukan untuk mengejar spesifikasi yang ada” jelas Arif.

Untuk distribusi hewan qurban, program Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa ini juga sangat menarik. Meskipun dibeli oleh Lembaga Nasional, tetapi untuk pendisribusiannya diamanahkan ke mitra. Dari 115 ekor domba yang dipelihara telah dialokasikan untuk didistribusikan ke beberapa wilayah di Kabupaten Batang, Kabupaten Pemalang dan kabupaten kendal. Adapu kriteria wilayah yang mendapat distribusi hewan qurban, adalah wilayah prioritas yaitu daerah miskin, tertinggal, pedalaman dan belum/tidak ada hewan kurban, daerah bencana alam,dan tragedi sosial lainnya. Sementara untuk daerah biasa adalah daerah daerah pulau jawa yang jarang atau kurang hewan kurbannya, panti jompo, panti asuhan dan masjid-masjid, pesantren dan majelis taklim.

Sementara itu menurut Hasan Isnaeni (46 tahun) salah satu peternak binaan selama 6 tahun mengungkapkan, bahwa dirinya dan kelompoknya selain mendapatkan keuntungan ekonomi juga mendapat manfaat lainnya. Di antaranya peningkatan ilmu beternak, jaringan yang bertambah luas dan yang paling penting bisa berbagi sesama. Selain diamanahi sebagai peternak, juga diamanahi menyebar hewan di daerahnya sendir. “Berkat program Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa, bisa memancing warganya untuk berkurban selama idul adha” tambah Hasan.