Mengadu ke Dewan, Pegawai Wiyata Bakti Puskesmas Minta Kesejahteraan Diperhatikan

Pegawai honorer Dinas Kesehatan Kendal minta gaji naik 2017

0
1190

Para pegawai wiyata bakti di Puskesmas se Kabupaten Kendal meminta kenaikan honor bulanan. Mereka yang berjumlah 522 orang dari 30 Puskesmas mengadu ke DPRD Kendal Jumat (2/6/2017). Selama ini para pegawai honorer di Puskesmas rata-rata hanya menerima honor sebesar Rp 200 ribu per bulan. Jumlah yang jauh dari layak, karena uang sebesar itu tidak cukup untuk transport, apalagi untuk mencukupi kebutuhan hidup lainnya.

Di gedung DPRD, mereka ditemui anggota Komisi D DPRD Kendal, perwakilan dari Dinas Kesehatan dan Badan Keuangan Daerah Kendal. Di hadapan wakil rakyat, mereka menyampaikan harapannya agar kesejahteraannya diperhatikan. Mereka juga menyampaikan keluhan atas kondisi yang dialami agar segera ada perbaikan.

Faizah, yang sudah mengabdi selama 13 tahun di puskesmas mengatakan, hanya menerima honor Rp 200 ribu per bulan. Padahal Faizah tidak hanya bertugas di puskesmas, tapi hampir tiap hari keliling ke desa-desa untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Saya ikhlas harus keliling ke desa-desa karena ingin membantu supaya masyarakat hidup sehat,”ujarnya.

Ketua Komisi D DPRD Kendal, Ahmat Suyuti mengatakan, akan membawa permasalahan ini untuk segera dibahas pada Rapat Komisi. Pihak dewan akan membantu agar permasalahan kesejahteraan pegawai honorer secepatnya bisa dicarikan solusinya. “Kami akan membantu untuk memperjuangkan kesejahteraan pegawai honorer,”kata Suyuti.

Sekretaris Bakeuda Pemkab Kendal, Toni Ari Wibowo meminta kepada pihak Dinas Kesehatan agar segera melakukan kajian terkait permasalahan kesejahteraan pegawai honorer. Dikatakan, perlu ada perencanaan yang matang dan data yang valid untuk melakukan analisis kebutuhan anggaran. “Karena menyangkut anggaran, maka harus diperhitungkan dengan cermat dari data yang valid,”katanya.