SMK Muhammadiyah 3 Weleri Launching Program Samsung Tech Institute

SMA Muhammadiyah 3 Weleri launching program Samsung Tech Institute 2017

0
1400

SMK Muhammadiyah 3 Weleri bekerjasama dengan  Samsung Elektronics Indonesia melaunching Program Samsung Tech Institute (STI), Kamis (20/7/2017). STI adalah sebuah fasilitas dengan program pelatihan dasar elektronika untuk para siswa, yang akan memperkaya kurikulum pendidikan SMK Muhammadiyah 3 Weleri. Adanya fasilitas dan pelatihan ini, maka akan  meningkatkan kualitas para lulusan SMK, sehingga memiliki keterampilan yang  dibutuhkan untuk langsung terjun ke dunia kerja.

Kepala SMK Muhammadiyah 3 Weleri,  Yusuf Darmawan mengatakan, kolaborasi ini dapat meningkatkan kualitas dan daya saing siswa-siswi sebagai tenaga siap pakai yang berprestasi, sehingga semakin banyak peluang yang  dapat terbuka untuk mereka. “Ini kebanggaan bagi kami, juga apabila lulusan sekolah kami dapat memberikan kontribusi positif di masyarakat, setelah lulus nanti “ujarnya.

Vice President Corporate Affairs, PT Samsun Electronics Indonesia, Lee Kang Hyun mengatakan,  SMK Muhammadiyah 3 Weleri ini merupakan sekolah yang pertama dan baru satu-satunya yang melaunching Program STI. Sebelumnya, Samsung telah melaksanakan program Rumah Belajar Samsung yang targetnya adalah remaja dan anak muda putus sekolah yang bekerjasama dengan organisasi non profit dan panti remaja. Dikatakan, kerja sama dengan SMK agar para lulusannya menjadi tenaga kerja yang siap kerja dan menang dalam persaingan di dunia kerja.

“Kualitas tenaga kerja yang siap kerja tentunya akan  meningkatkan daya saing industri Indonesia, sehingga menghasilkan lebih banyak lapangan kerja dan secara jangka panjang berimbas pada peningkatan pendapatan masyarakat,”jelasnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy yang menandatangani prasasti launching program STI berharap, kerja sama ini todak hanya mendirikan gerai workshop, tapi ke depan agar dikembangkan dengan membuat spare part dan produk-produk di bawah lisensi Samsung. “Ke depan anak-anak Indonesia bisa membuat sendiri spare part atau produk-produk elektronik yang sama seperti standar Samsung,”harapnya.

Menurut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, program ini merupakan konsep kerjasama yang palingmendekati dengan dunia kerja. Untuk itu Ganjar berharap agar Samsung bisa memperluas kerjasamanya dengan sekolah-sekolah lain. Dikatakan, jika selama ini Jawa Tengah juga telah bekerja sama dengan provinsi di negara lain. “Kalau Samsung ingin semakin besar di Indonesia, maka Samsung harus semakin memperluas kerjasamanya,”ujarnya.