Polres Kendal Canangkan Tahun Keselamatan untuk Kemanusiaan, Stop Pelanggaran Stop Kecelakaan

Polres Kendal canangkan Tahun Keselamatan untuk Kemanusiaan 2017

0
805

Polres Kendal mencanangkan tahun 2017 sebagai Tahun Keselamatan untuk Kemanusiaan, Stop Pelanggaran Stop Kecelakaan. Pencanangan dilakukan di depan GOR Bahurekso Kendal, Minggu (30/7/2017) oleh Polres Kendal AKBP Adi Wijaya bersama Ketua DPRD Kendal, Dandim Kendal, dan anggota Forkompinda lainnya, ditandai dengan pelepasan rangkaian balon udara.

Kapolres Adi Wijaya mengatakan, pencanangan ini dilakukan untuk mengurangi angka kecelakaan lalulintas yang telah banyak menyebabkan korban meninggal dunia dan cacat badan. Dikatakan, sesuai data WHO, angka kematian akibat kecelakaan mencapai 1,24 juta per tahun dan Indonesia menduduki peringkat nomor lima sedunia. “Akibat kecelakaan ini banyak yang cacat tetep, sehingga menjadikan korban tidak produktif lagi, akibatnya tidak bisa bekerja. Kalau tidak bisa bekerja atau menganggur, maka bisa menjadi miskin,”ujarnya.

Dikatakan, Polri secara serentak melakukan pencanangan Tahun 2017 sebagai Tahun Keselamatan untuk Kemanusiaan, terutama untuk mengingatkan bagi pengguna jalan agar mematuhi peraturan lalulintas. Pasalnya, kecelakaan lalulintas banyak diakibatkan karena pelanggaran lalulintas. Target di tahun 2017 ini adalah zero accident dan angka kecelakaan bisa turun 50 persen. “Yang paling utama bagi pengguna jalan adalah Stop Pelanggaran,”tegasnya.

Kapolres Adi Wjaya mengatakan,  untuk menekan angka kecelakaan lalulintas, pihak Polri melibatkan lima kementerian. Pasalnya, jika hanya polisi, maka hanya satu sisi yang ditangani yaitu terkait pelanggaran lalulintas pengguna jalan. Dengan melibatkan lima kementerian, maka semua yang berkaitan dengan kecelakaan lalulintas bisa ditangani bersama, seperti sisi transpiortasi oleh kementerian Perhubungan, terkait kondisi jalan oleh Kementerian PUPR, dan lainnya. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap peraturan lalulintas, upaya yang dilakukan dengan sosialsiasi, pembinaan dan penegakkan hukum. “Penegakkan hukum ini semata-mata demi keselamatan supaya pengguna jalan paham dan patuh terhadap peraturan lalulintas,”jelasnya.

Sementara itu Ketua DPRD Kendal melihat masih banyaknya pemilik kendaraan yang tidak patuh membayar pajak. Dikatakan, sesuai informasi yang diterima, untuk tunggakan pembayaran STNK mencapai 10 miliar. Untuk itu, pihak dewan akan berkoordinasi dengan Samsat, Polres dan Perhubungan supaya melakukan jemput bola. “Jemput bola ini sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya membayar pajak STNK, karena jika ada kecelakaan, bisa mendapatkan jasa raharja,”katanya.

Pencanangan diramaikan dengan penampilan unjuk kebolehan oleh kelompok Polisi Cilik dan atraksi free style yang memukau warga yang menyaksikan.