Liga Santri Nasional Region I Jateng zona Semarang Raya Digelar di Lapangan Sidorejo Brangsong

Gus Alam buka Liga Santri Nasional Region I Jateng zona Semarang Raya di Lapangan Sidorejo Brangsong

0
291
Sebanyak 14 tim mengikuti Liga Santri Nusantara (LSN) Regional 1 Jawa Tengah zona Semarang Raya yang meliputi Kota Semarang, Kab Semarang, Kendal dan Salatiga. Pembukaannya dilakukan di Lapangan Garuda Desa Sidorejo, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Minggu (04/09/2017). Pembukaan ditandai dengan kick Off oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Fadlu wal Fadilah Kaliwungu, Alamuddin Dimyati Rois atau Gus Salam.

Ketua Panitia Pelaksana LSN Regional 1 Jateng, Sholahuddin Alahmadi mengatakan, bahwa untuk regional 1 Jateng diikuti oleh 27 tim yang terdiri dari 27 pondok pesantren (ponpes). Terbagi menjadi dua zona, yaitu zona Semarang Raya dan zona Pati Raya. Zona Semarang Raya meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga dan Kab Kendal). Sedangkan untuk zona Pati Raya sebanyak 13 tim yang meliputi Demak, Kudus, Jepara, Pati, Rembang, BLora dan Grobogan. “Khusus untuk di zona Semarang Raya yang di Kendal, akan memperebutkan piala Gus Alam Cup,” kata Sholahuddin dalam siaran tertulis, Senin (04/09/2017).
Sholahuddin mengatakan, untuk memverifikasi pemain, pihak penyelenggara melakukan tes terhadap para pemain. Yakni mereka diuji membaca Doa Qunut dan Salawat Nariyah. Ujicoba ini sebagai upaya meminimalisasi adanya pemain yang bukan dari kalangan santri, yakni pemain bon. “Tapi semua tadi sudah bisa baca Doa Qunut dan Salawat Nariyah,” kata Sholahuddin.
Koordinator LSN Regional Jateng, Fahsin M Faal mengungkapkan, penyelenggaraan di tiap-tipa zona dan region tidak dilakukan bersamaan. Di beberapa regional sudah hampir menyelesaikan pertandingan dan menemukan juara region. Diharapkan, juara regional I Jateng akan bisa masuk putaran nasional dan menjadi juara nasional. Tahun lalu, region I Jateng diwakili oleh Solo Raya berhasil masuk final melawan DIY.
Dikatakan, penyelenggaraan LSN tahun ini  adalah Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) atau sebuah perkumpulan pondok pesantren bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI. Diharapkan, penyelenggaraan putaran ketiga LSN ini menjadi titik tolak penyelenggaraan yang mandiri, profesional, berkualitas. Maka besar harapan tahun 2018 LSN sudah bisa diakui sebagai liga amatir resmi dari PSSI. Jika sudah bisa mandiri, maka tahun depan ketika sudah masuk menjadi liga amatir PSSI, sehingga potensi dari para santri ponpes sudah masuk database PSSI. Bahkan mulai tahun ini, data para pemain sudah masuk database PSSI. “Harapan ke depan LSN bisa dikelola secara professional, sehingga potensi santri bisa berkembang,”harapnya.
Gus Salam berharap, tahun ini separoh dari pemain nasional adalah dari santri, sebagai bukti bahwa santri serba bisa. Harapannya pemain dari regional 1 bisa muncul pemain seperti Ronaldo M Messi. “Sampai saat ini masih segelintir santri yang masuk Timnas, maka ke depan akan banyak santri yang masuk Timnas,”harapnya.