Warga Buka Patok Patok Penghalang Jalur Rel di Desa Gebang Gemuh

Dishub Kendal cabut kembali besi-besi penghalang jalur sebidang rel tanpa palang pintu di Gebang

0
1539

Patok-patok besi penutup rel palang pintu di Desa Gebang Kec Gemuh yang dipasang Dirjen Perkeretaapian tiga minggu lalu akhirnya dibongkar warga, Rabu (6/9/2017). Pasalnya, warga dari lima desa, yaitu Desa Pamriyan, Gebang, Mojo, Rowobranten, Kedunggading dan Kedungasri menjadi terganggu aktivitasnya, karena mobil tidak bisa lewat, sehingga mematikan perekonomian warga, terutama di lima desa tersebut.

Kades Gebang, Riyanto mengatakan, warga terpaksa membongkar patok-patok besi tersebut, setelah melalui musyawarah dengan berbagai pihak, yang akhirnya mengambil keputusan nekad untuk membuka paksa patok-patok rel yang ditutup Dirjen Perkeretaapian. “Memang dengan penutupan rel itu, aktivitas warga yang menggunakan mobil menjadi terganggu,”katanya.

Sementara itu, Kepala  Dinas  Perhubungan Kabupaten Kendal, Moh Toha mengatakan, setelah masyarakat memaksa membuka patok, pihaknya akan mengusulkan agar dibuatkan palang pintu permanen. “Kami akan mengusulkan, tapi butuh waktu, karena perlu  proses secara  birokrasi.”Kata  Moh Toha.

Sedangkan Camat Gemuh M Fathoni mengatakan, awalnya warga berencana menggelar aksi demonstrasi agar dibangunkan palang pintu permanen. Tapi warga sepakat tidak melakukan demontrasi, namun membongkar patok-patok tersebut, dengan konsekuensi siap mengamankan rel tanpa palang pintu dengan menugaskan penjaga. “Yang penting harus konsekuen ada petugas yang menjaga palang pintu,”katanya.

 

Akhmad Khoiri salah satu warga Pamriyan mengatakan, setelah penutup rel dibuka, maka akan dibuatkan palang pintu sementara dan dijaga secara manual. Untuk selanjutnya, warga menuntut dibuatkan palang pintu permanen beserta penjaganya. “Kalau tidak dipenuhi, warga siap geruduk Kantor Bupati, ” jelas Khoiri.