Pedagang Beras di Kendal belum Terima Sosialisasi HET Beras dari Pemerintah

Pedagang beras di Kendal belum terima sosialisasi HET beras dari pemerintah

0
160

Para pedagang beras di Kendal ternyata belum mengetahui Harga Eceran Tertinggai (HET) yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) terhadap beras medium dan premium di seluruh Indonesia. Para pedagang mengaku belum menerima informasi atau sosialisasi terkait harga  eceran tertinggi (HET).

Suprapto pedagang pasar Kaliwungu  mengatakan tidak pernah  ada sosialisasi  terkati harga  beras, bahkan  baru tahu  kalau  pemerintah memberlakukan HET  beras  jenis premium dan medium. Suprapto berharap kalau  itu menjadi aturan pemerintah, pihaknya  akan mengikuti namun  harus  ada  sosialisasi pada  pedagang  baik  beras  maupun  pedagang gabah,  sebab  ada  kaitanya  antara  harga  beras dan  harga  gabah kering.

“Saya tidak tahu dan  belum pernah ada  sosialisasi masalah harga beras dari  pemerintah Kabupaten Kendal”. kata  Suprapto.

Demikian pula, Kaji Joni, pedagang gabah dari Desa Cangkring Brangsong mengatakan, jika sampai saat ini belum ada sosialisasi terkait harga beras dan gabah dari pemerintah. “Belum ada,”katanya.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kendal  Sukron Samsul Hadi saat di konfirmasi,  belum tahu terkait  HET  beras  sebab  selama  ini belum ada  surat resmi  dari pusat maupun propinsi, pihaknya  menunggu  surat resmi dari pusat terkait HET. Karena itu, pihaknya belum melakukan sosialisasi pada pedagang.  “Selama ini  yang  disosialisasikan  adalah harga  eceran tertinggi  minyak goreng dan  gula pasir,”ujarnya..
Untuk Jawa, Lampung, dan Sumsel beras medium seharga Rp 9.450/kilogram (kg) dan beras premium Rp 12.800/kg. Pulau Sumatera kecuali Lampung dan Sumsel, beras medium Rp 9.950/kg dan beras premium Rp 13.300/kg. Penetapan HET beras tersebut wajib diikuti oleh pelaku usaha dalam melakukan penjualan beras secara eceran kepada konsumen di setiap daerah.