Atlet Puslatkab Kendal Akhirnya Terima Bantuan Transpot

Dana abntuan hibah untuk KONI Kendal 2017 cair

0
196

Para atlet dan pelatih yang masuk Pusat Latihan Kabupaten (Puslatkab) KONI Kendal akhirnya menerima uang transpot latihan. Uang transpot latihan tersebut diberikan secara simbolis dilakukan pada Minggu (10/9/2017) di Aula SMP Negeri 1 Kendal. KONI Kendal mengadakan Puslatkab selama 10 bulan yang sudah dimulai sejak Februari 2017. Jumlah atlet yang masuk Puslatkab KONI Kendal sebanyak 160 atlet, sedangkan jumlah pelatih sebanyak 50 orang.

Ketua KONI Kendal, Supriyadi mengatakan, uang transpot sedianya diberikan tiap triwulan, namun karena bantuan hibah yang bersumber dari APBD Kendal baru bisa cair pada September 2017, sehingga baru bisa diberikan pada September ini juga. KONI Kendal mendapat dana bantuan hibah tahun 2017 total sebesar RP 2 miliar. Dana tersebut 70 persen dialokasikan untuk atlet dan pelatih, sedangkan yang 30 persen digunakan untuk organisasi, investasi cabor-cabor dan kelembagaan. Terkait terlambatnya dana bantuan hibah tersebut, menurut Supriyadi, karena masalah administrasi yang harus dilengkapi. Selain itu adanya proses kajian hukum demi kehati-hatian supaya tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. “Alhamdulillan, dananya sudah turun dan langsung diberikan untuk transpot latihan para atlet yang tertunda,”ucapnya.

Puslatkab dilakukan untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2018. Para atlet yang masuk Puslatkan merupakan hasil monitoring dan evaluasi terhadap para atlet yang berprestasi. Persiapan dilakukan sedini mungkin, supaya persiapannya lebih matang dan untuk mengetahui kekuatan tim yang pasti. “Atlet yang masuk Puslatkab, minimal berprestasi di tingkat provinsi,”ujarnya.

Binpres KONI Kendal, Sunari berharap agar ke depan pencairan anggaran tidak terlambat, apalagi jika terjadi ketidakpastian. Pasalnya, akan mempengaruhi semangat para atlet, yang bisa berakibat pindahnya atlet ke daerah lain yang lebih menjanjikan dan pasti. Selama mengikuti Puslatkab, para atlte harus mengikuti latihan empat kali tiap minggunya, dan tiap kali dilatihan mendapat uang trannspot Rp 35 ribu.  “Memang sempat ketar-ketir, jika dana itu tidak turun, tentu para atlet akan menerima tawaran dari daerah lain. Untungnya saja mereka memiliki komitmen yang tinggi, sehingga mau bersabar dan tidak tergiur,”katanya.