Jateng Optimis Raih Medali Emas di Cabor Voli Pasir Popnas 2017

Jateng optimis raih medali emas di cabor voli pasir Popnas 2017

0
780

Tim voli pasir putra dan putri Jawa Tengah berhasil memenangkan pertandingan perdana Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) yang berlangsung di kawasan Stadion Utama Kendal pada Kamis (14/9/2017) kemarin. Tim voli pasir putra menang 2-0 melawan Provinsi Banten, sedangkan tim voli pasir putri menang atas Provinsi Bibel dengan skor 2-0. Pertandingan selanjutnya pada Sabtu (16/9/2017) tim voli pasir putra akan berhadapan dengan tim dari Provinsi Sumatera Selatan, sedangkan tim voli pasir putri akan berhadapan dengan tim dari Provinsi Jambi.

Cabang voli pasir Popnas 2017 yang berlangsung di Stadion Utama Kendal berlangsung mulai 14 sampai 20 September 2017. Atlet putra Jateng  atas nama Yogi Hermawan dari Kudus dan Joko Riyawan dari Wonogiri, sedangkan atlet putri voli pasir  atas nama Indah Tirtasari dari Pati dan Ragil Ningtyas dari Banjarnegara.

Yogi mengatakan, persiapan sudah dilakukan dengan maksimal, sehingga optimis bisa meraih medali emas, demikian pula untuk tim vopi pasir juga meraih medali emas. Yogi mengaku sudah mengetahui kondisi lawan bahkan sudah pernah mengalahkan tim-tim lawan, karena tahun lalu pernah meraih juara 1 di Makasar. “Semua tim bagus, tapi yang dianggap cukup berat itu dari Jatim dan DIY,”ucapnya.

Coach Manajer Cabor Voli Pasir, Abdul Latif mengatakan, ada 19 tim dari berbagai daerah di Indonesia yang berlaga di cabang olahraga tersebut, di antaranya Jawa Barat, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jakarta Timur,  Jawa Tengah,  Sumatera Utara,  Lampung, Sulawesi Utara, Maluku, Kalimantan Barat, dan Belitung serta lainya. “Sistem laga pertandinganya full, seluruh tim bertanding,”katanya.

Terkait kondisi lapangan voli pasir, Atik, panggilan Abdul Latif mengatakan, sudah memenuhi standar nasional, baik luas lapangan maupun kedalaman pasir. Namun secara standar Internasional kurang memenuhi syarat, Sebab kedalamanya hanya 35 sentimeter dari yang seharusnya 40 sentimeter, akan tetapi untuk nasional cukup standar. Sedangkan untuk luas lapangan 32 x 24 meter, sedangkan standar internasional 40 x 30 meter. “Untuk kondisi lapangan sudah bagus dan tidak berpengaruh terhadap pemain, hanya saja area untuk pemanasan masih kurang,”ujarnya.

Atik berharap, Kabupaten kendal bisa menjadi tuan rumah pada iven tingkatan lebih yunior atau tingkat dewasa. “Ini kan pelajar, maka ke depan bisa menggelar even dewasa”harapnya.