Samuri, Nasabah BRI Cabang Kendal, Ajukan Gugatan ke Pengadilan Negeri Kendal

Samuri, Nasabah BRI Cabang Kendal, Ajukan Gugatan ke Pengadilan Negeri Kendal

0
2079

Seorang nasabah Bank BRI Cabang Kendal bernama Samuri (63), warga Ringinarum melalui kuasa hukumnya, Jawade Havidz Arsyad mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Kendal. Pasalnya, dirinya merasa dirugikan atas agunan tanah sawah yang dilelang oleh bank secara sepihak, bahkan akan dilakukan eksekusi.

Jawade mengatakan, kliennya merupakan salah satu nasabah yang dirugikan BRI Cabang Kendal. Sebab klien saya mengaku awalnya mengaku kesulitan untuk melunasi hutanganya. Tiba-tiba tanpa diberitahu, salah satu sertifikat tanah berupa sebidang tanah miliknya akan dilelang. Malah lelang sudah selesai dan dalam waktu sawahnya dieksekusi,” ujarnya, kemarin.

Sebagai langkah upaya hukum, pihaknya telah mengajukan gugatan ke PN Kendal pada 1 Agustus 2017. Langkah hukum itu sebagai perlawanan eksekusi pengosongan lahan miliknya. Sebab menurutnya, proses pengajuan lelang tidak transparan kepada nasabah. “Klien kami ini sama sekali tidak diberitahu kalau agunannya akan dilelang. Padahal sesuai aturan perundangan yang berlaku, klien kami harus dibertahu terlebih dahulu,” tandasnya.

Dijelaskan, dengan gugatan tersebut pihaknya ingin mengungkap proses ketidakadilan  yang menimpa kliennya. “Kasihan nasabah dan rakyat kecil yang jadi korban karena adanya mafia lelang yang dilakukan oleh oknum di BRI ini,” ujarnya.

Jawade menambahkan, pihaknya juga meminta PN Kendal untuk menunda eksekusi. Sebab masalah ini masih dalam proses hukum. Walaupun panitera sudah mendapatkan perintah dari ketua pengadilan untuk tidak memaksakan.

“Sebab kalau sampai terjadi eksekusi, sementara proses hukum masih berjalan ini akan menimbulkan kegaduhan. Semua pihak harus menunggu keputusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Apakah lelang itu prosedurnya benar atau tidak,” jelasnya.

Sementara Samuri, 60 menjelaskan jia dirinya pinjam di BRI Cabang Kendal sejak tahun 1986. Awalnya pinjam Rp 5 juta dengan menggadaikan sertifikat sawah 6000 meter. Saat itu mengajukan pinjaman Rp 5 juta kemudian diganti dua sertifikat 2 diberi pinjaman kembali Rp Rp 10 juta.

Sampai di tahun 2008 hutang Samuri mencapai Rp 500 juta dengan total sertifikat yang diagungkan enam bidang. “Saya selalu mengangsur hutang itu dan akhirnya melunasi hutangnya pada 24 Desember 2014 dengan membayar Rp 21.371.476 ke BRI Cabang Kendal,” katanya sembari menunjukkan bukti pelunasan hutanganya.

Sementara itu Pimpinan BRI Cabang Kendal sudah tiga kali didatangi wartawan untuk dimintai keterangan, tapi belum bisa menemui. Seorang karyawati mengatakan, jika Bapak Pimpinan sedang ada acara di Semarang, sehingga tidak bisa menemui. “Dua kali Bapak Pimpinan kami ke Semarang. Termasuk hari ini tidak bisa menemui karena ada tamu mas,” ujar salah satu karyawati BRI Cabang Kendal yang enggan disebut namanya.