Kader Golkar Harus Ikut Sosialisasikan 4 Pilar

Kader Golkar Harus Ikut Sosialisasikan 4 Pilar

0
401
Empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika harus

dipahami sebagai dasar menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Hal ini dikatakan Anggota DPR RI Komisi X, Mujib Rohmat dalam Pendidikan Politik Kebangsaan yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar. Kader Partai Golkar harus bisa menjadi garda terdepan dalam menjaga dan menyosialisasikan empat pilar kebangsaan, sehingga bisa menangkal paham-paham yang mencoba membuat tandingan.

“Sebab sekarang ini banyak oknum yang tidak bertanggung jawab yang ingin merubah UUD, Pancasila, tujuannya ingin merorong persatuan dan kesatuan bahkan ingin mendirikan negara atau keluar dari NKRI,” katanya di hadapann ratusan kader yang hadir.
Dikatakannya, jika Pancasila harus tetap menjadi dasar negara ini. Sebab negara ini negara demokrasi yang dibangun diatas kebhinekaan atau keragaman suku, budaya, ras, agama. Paska Reformasi, Indonesia mengalami banyak perubahan. Dahulu kedaulatan negara ada di tangan rakyat dan sepenuhnya dilaksankan MPR. Sedangkan lembaga lainnya termasuk Presiden dan Wakil Presiden adalah lembaga tinggi.
“MPR kala itu memiliki kewenangan untuk UUD, Memilih dan Menetapkan Presiden dan Wakil Presiden serta membuat TAP atau Ketetapan MPR. MPR saat itu bahkan bisa melakukan pemakzulan impichment terhadap presiden,” jelasnya.
Hal itu lantaran Presiden merupakan mandataris dari MPR RI dengan melalui Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). “Nah sekarang ini  tidak ada lagi impeachment, karena GBHN juga sudah tidak ada,” tuturnya.
GBHN menurutnya adalah konsep untuk menata Indonesia secara bersama. Sehingga ada panduan bersama arah pembangunan di Indonesia ini ke seluruh daerah. “Sekarang tidak ada lagi GBHN, jadi sudah tidak ada panduan. Masyarkat juga tidak tahu gambaran,” tandasny.
Sekarang ini, posisi Presiden dan wakil Presiden dengan MPR adalah sejajar. Sehingga menurut undang-undang tidak ada hak MPR untuk memberikan impeachment. “Saat ini sudah hilang juga Pedoman Pengamalan dan Penghayatan Pancasila (P4). Sehingga rongrongan terhadap Pancasila ini terus saja bergulir,” tandasnya.
Maka tidak ada kata lain, sekarang ini perlua danya revitalisasi Pancasila. Pancasila sebagai dasar negara harus ditempatkan seagai ideologi di setiap warga negara Indonesia.  “Makanya perlu sekarang ini memahami dan mengamalkan pancasila,” imbuhnya.