Kalangan Santri Diharap Aktif Sebagai Pengawas Partisipatif

Panwaslu Kendal gelar Forum Grup Diskusi dengan para santri

0
337
Kalangan santri jangan alergi terhadap politik. Hal ini dikatakan KH M Danial Royyan saat menjadi pembicara dalam Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif di KLalangan Santri Pemula yang diadakan oleh Panwaslu Kendal di Hotel Sae Inn Rabu 20 Desember 2017. Dikatakan, kalangan santri jangan sampai dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu. Untuk itu para santri harus memiliki pengetahuan dan wawasan tentang politik.

“Yang dulu-dulu banyak kalangan kiai dan santri dijadikan alat kepentingan politik, baik di eksekutif maupun legislatif. Sekarang jangan sampai terulang lagi,”ucapnya.
Kiai yang Ketua PC NU Kendal itu mengatakan, dalam pelaksanaan pemilu, para santri diharapkan ikut berperan aktif yaitu ikut melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pemilu atau menjadi pengawas partisipatif. Para santri bisa ikut serta melakukan pengawasan perpolitikan kepada aktivis politik, pengawasan penyelenggaraan pemilu, dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan serta pengawasan terhadap legislasi yang dilakukan oleh anggota DPRD, bahkan perlu juga untuk mengawasi Lembaga Sosial Masyarakat (LSM). “Melalui acara ini saya memotori di lingkungan kiai dan santri agar mempunyai wawasan politik, berpengalaman di dalam persinggungan dunia kiai dan santri dengan dunia politik, sehingga tidak menjadi alat kepentingan politik,”ujarnya.
Danial Royyan, mengatakan, dalam berpolitik itu harus beretika. Karena manusia itu mahluk beradab sehingga keberadaanya harus berakhlak dan bermoral. Tidak seperti komunisme dan imperalisme yang mengesampingkan etika atau moral. Pasalnya, pada prinsipnya, manusia itu baik di dalam dalam maupun luar poitik harus beretika. Khusus di dalam Nahdhatul Ulama (NU) telah dibuatkan garis untuk kepentingan keluarga NU yaitu yang dinamakan dengan khitah. Artinya bahwa NU sebagai jamiyah yang besar tidak boleh memainkan peranan politik praktis. Karena peranan politik praktis itu bagian dari partai politik bukan bgaina NU atau Muhammadiyah atau Ormas lain.
“Jadi khitah itu sebuah pedoman bagi kita untuk melakukan politik yang beretika. Kita harus punya itu ya. Artinya ketika ada pemilu warga NU harus nyoblos. Kalau nyoblos, milih yang bisa amanah,” ungkap dia.
Sementara itu Ketua Panwaslu Kab Kendal, Ubaidillah mengatakan, pihaknya mengajak kepada para santri agar membantu tugas panwaslu sebagai pengawas partisipatif. Ubadi mengatakan, rencananya akan membentuk pokja pengawasan pemilu di kalangan santri. Harapannya agar pemilu bisa berjalan dengan baik, tanpa ada pelanggaran-pelanggaran yang membuat pelaksanaan pemilu menjadi kurang berkualitas. “Santri merupakan satu dari sekian banyak elemen masyarakat yang disasar untuk ikut partisipasi dalam pengawasan pemilihan gubernur (Pilgub) 2018,”katanya.