Sekolah boleh Minta Sumbangan Sukarela kepada Wali Murid

Sosialisasi pencegahan pungli Kab Kendal

0
1484

Berdasarkan data dari Ombudsment, ternyata kasus pungli paling banyak terjadi di instansi Pendidikan. Hal ini terungkap saat Sosialisasi Pemberantasan Pungutan Liar Kab Kendal yang digelar di Pendopo Kab Kendal Selasa 20 Maret 2018 yang diikuti seluruh kepala OPD Pemkab Kendal. Salah satunya adalah pungutan yang dilakukan di sekolah, sering tidak mengindahkan ketentuan.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal, Agus Rivai mengatakan, sesuai Peraturan Mendikbud RI Nomor 44 Tahun 2012, bahwa sekolah negeri diperbolehkan menarik sumbangan sukarela kepada wali murid, asal sudah diputuskan melalui rapat Komite Sekolah. Menurutnya, sekolah terpaksa meminta sumbangan sukarela kepada wali murid, karena anggaran dari pemerintah terbatas, sementara banyak kebutuhan sekolah dan sarana prasarana yang harus dipenuhi, demi kenyamanan belajar mengajar di sekolah. “Dari pemerintah tidak ada anggaran pembangunan pagar, sedangkan pagar sekolah sangat penting untuk menjaga keamanan anak-anak supaya tidak bermain-main di luar sekolah,”jelasnya.

Demi menjaga institusi pendidikan, Agus Rivai mengatakan, pihak dinas telah melakukan MoU dengan Kejaksaan Negeri Kendal, terkait pencegahan pungli di sekolah. Tujuannya agar pihak sekolah benar-benar memahami tentang ketentuan sumbangan sukarela, sehingga tidak terjadi lagi pungli di sekolah. “Kami sudah melakukan MoU dengan Kejaksaan, sehingga Kami bisa konsultasi, jika ada peraturan yang belum paham,”katanya.

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Kendal, Eddy Wijayanto, SH mengatakan, bahwa sumbangan sukarena harus sesuai ketentuan, yaitu tidak boleh ditentukan jumlah, tidak boleh ditentukan waktunya dan tidak boleh disamaratakan jumlahnya. Jika menyalahi ketentuan tersebut, maka dikategorikan sebagai pungutian liar atau pungli, sehinga bisa terkena sanksi pidana.   “Penarikan sumbangan tidak boleh dilakukan oleh pihak sekolah, tapi dilakukan oleh Komite Sekolah,”ujarnya.

Sementara itu  Kasat Binmas Polres Kendal, AKP Suratno selaku Ketua Pokja Pencegahan Tim Saber Pungli Kab Kendal mengatakan, sumbangan harus berdasarkan kesepakatan wali murid, hasil sumbangan digunakan untuk kepentingan sekolah, dan harus bisa dipertanggungjawabkan. Demi kemajuan sekolah, memang butuh bantuan dari wali murid, karena anggaran sekolah tidak mencukupi kebutuhan sekolah. “Yang penting benar-benar sukarela dan bisa dipertanggungjawabkan,”katanya.