Serapan APBD Kendal Tahun Anggaran 2017 Capai 99,55%

LKPJ Kepala Daerah Kendal 2017

0
550
Serapan anggaran APBD Pemkab Kendal tahun anggaran 2017 mencapai 99,55 persen. Dari anggaran sebesar 2,578 triliun yang terserap sebesar 2,474 triliun. Keterangan ini disampaikan Bupati Kendal dr Mirna Annisa dalam Rapat Paripurna DPRD Kendal tentang Penyampaian LKPJ Kepala Daerah Kab Kendal Senin 26 Maret 2018.

Selain itu, pendapatan Pemkab Kendal di tahun 2017 juga cukup bagus. Untuk pendapatan asli daerah (PAD), dari target sebesar Rp 395,818 miliar, realisasinya mencapai 404,919 miliar atau 102,30 persen. Demikian pula untuk lain-lain pendapatan yang sah, dari target sebesar 348,473 miliar, realisasinya mencapai 384,492 miliar atau 110,35 persen.
Disampaikan pula, belanja daerah Kabupaten Kendal 2017 dianggarkan Rp 2,336 triliun dan terserap Rp 2,091 triliun atau sekitar 89,52 persen. Belanja daerah tersebut meliputi belanja tidak langsung Rp 1,325 triliun dan belanja langsung Rp 1,010 triliun. ”Belanja tidak langsung meliputi belanja pegawai, hibah, bantuan sosial, bagi hasil, serta bantuan keuangan kepada desa dan partai politik dan belanja langsung terdiri atas belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta belanja modal,” katanya.
Mirna menambahkan, Pemkab Kendal juga menjalin kerjasama antar daerah seperti penanggulangan bencana dengan BPBD di Demak, Kabupaten Semarang, Salatiga, Grobogan, dan Kota Semarang. Kerjasama lainnya yaitu pengadaan tanah untuk pembangunan jalan Semarang Outer Ring Road (SORR) Mangkang (Kota Semarang) – Arteri Utara (Kendal) dan penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan, pengujian kendaraan bermotor, penggunaan Area Traffic Control System (ATCS) serta manajemen dan rekayasa lalu lintas. ”Kami juga bekerja sama dalam bidang jaminan sosial, layanan perbankan, pemberantasan pungli, pemberantasan narkoba, penyelesaian sertifikat tanah, pengelola hutan, hingga pengembangan Pelabuhan Kendal,”katanya.
Sementara itu Ketua DPRD Kendal Prapto Utono mengatakan, terkait dengan LKPJ tersebut, DPRD Kendal membentuk Panitia Khusus (Pansus) yang terbagi menjadi tiga pansus, yaitu pansus 1 membahas bidang keuangan daerah, pansus 2 membahas bidang ekonomi makro dan pembangunan, serta pansus 3 membahas bidang bidang desentralisasi. “Tugas pansus akan lebih menyoroti pada program-program yang tidak mencapai target, dengan tujuan untuk evaluasi supaya ke depan bisa lebih baik lagi,”ujarnya.
BAGIKAN