Selama Ramadan, Lokalisasi di Kendal harus Tutup

Selama Ramadan, lokalisasi di Kendal tidak boleh buka

0
38

Bupati Kendal dr Mirna Annisa melarang dua tempat lokalisasi di Kab Kendal beroperasi selama bulan Ramadan. Dua  tempat lokalisasi itu  yakni Lokalisasi Gambilangu atau GBL yang berada di Desa Sumberejo Kaliwungu dan Lokalisasi Alas Karet atau  Alaska di  Kecamatan Sukorejo. Hal itu untuk memberikan ketenangan umat muslim dalam melaksanakan ibadah puasa selama Ramadan. Selain menutup lokalisasi, Bupati Mirna juga melarang keras tempat-tempat hiburan malam beroperasi, seperti tempat karaoke, terutama karaoke yang menyediakan jasa pemandu karaoke. Demikian pula  praket judi dan minuman keras akan ditindak tegas.

“Jika ada yang melihat adanya perjudian dan penjualan miras agar segera melaporkan ke pihak aparat dan jangan bertindak atau main hakim sendiri,”ucapnya.

Bupati Kendal juga memerintahkan kepada Satpol PP selama Ramadan ini untuk melakukan patroli dan razia. Terutama tempat-tempat yang rawan untuk terjadinya tindakan perzinahan, seperti hotel-hotel dan tempat-tempat sepi, tempat penjual miras dan praktek judi harus razia agar tidak menimbulkan pertikaian masyarakat.

Polres Kendal jugas menggalakkan operasi miras di wilayah Kab Kendal, termasuk di bulan Ramadan. Wakapolres Kendal, Kompol Sugiyatmo mengatakan, jika jajaran Polres akan menggalakkan operasi miras selama bulan puasa, untuk memberikan ketenangan umat Islam dalam menjalan ibadah puasa. Razia miras akan dilaksanakan tidak hanya wilayah perkotaan saja, tapi seluruh wilayah hingga menyebar hingga pedesaan, seperti toko-toko dan warung-warung yang menjual miras secara sembunyi-sembunyi. “Kepada masyarakat diminta agar melapor kepada polsek terdekat jika mengetahui ada yang menjual miras,”himbaunya.

Wakapolres juga menghimbau kepada seluruh ormas maupun masyarakat Kendal untuk tidak melakukan sweeping terhadap tempat hiburan malam atau penjual minuman keras. Jika ada ormas yang terbukti melakukan sweeping, maka akan ditindak tegas, karena dapat menimbulkan konflik horisontal. “Tidak boleh ada sweeping, karena bisa timbul bentrok dengan masyarakat,”ujarnya.