Ganjar: Pondok Pesantren Berperan Besar dalam Menanamkan Pendidikan Karakter

Ganjar Pranowo berkunjung di Pondok Pesantren Wasilatul Huda Weleri,

0
411
Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berkunjung di Pondok Pesantren Wasilatul Huda, Weleri, Kendal, Selasa (22/5/2018) malam. Di depan para santri, calon Gubernur Jateng nomor 1 itu menyampaikan tentang pentingnya pendidikan dan cerita tentang kejahatan teroris.

Ganjar mengatakan, bahwa peluru bisa membunuh teroris, tetapi pendidikan akan mengatasi terorisme. Pada kesempatan itu Ganjar menggemakan Quote milik Malala Yousafzai, gadis Pakistan peraih Nobel Perdamaian termuda pada 2004. Kalimat sakti dari Malala yang pernah tertembak peluru pada lehernya itu digemakan sebagai rasa prihatain atas terjadinya serangkaian aksi terorisme di Surabaya, Sidoharjo, dan Riau belum lama ini.
“Pendidikan bagi persatuan negeri harus ditekankan, yaitu pendidikan yang berbasis Pancasila dan NKRI, serta berwawasan perdamaian dan kemanusiaan,”kata Ganjar yang didampingi Ponpes Wasilatul Huda, KH M Adib Anas Noor.
Di hadapan ratusan santri, Ganjar menceriterakan tentang akibat kondisi negara-negara yang terus dilanda konflik.  Seperti negara Suriah yang dulu tenteram dan indah kini perang tak berkesudahan. Demikian pula Jazirah Arab juga terus konflik. Agar Indonesia tidak  seperti itu, maka anak-anak harus ditanamkan pendidikan karakter sebagai pondasi. “Peran pondok dalam menanamkan pendidikan karakter benar-benar krusial,”ujarnya.
Politikus berambut putih itu juga bercerita tentang Aries Susanti Rahayu. Dara manis 23 tahun itu menghentak dunia dengan prestasinya meraih medali emas Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2018. Aries, asal Desa Taruman, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah ini berhasil membuat bangga rakyat Indonesia. Gadis berhijab ini sejenak membuat lupa akan mirisnya bom bunuh diri yang diledakkan satu keluarga.
“Aries membuktikan bahwa Indonesia bisa mengalahkan dunia jika punya karakter kuat, berlatih terus dan berani maju,” terang Ganjar.
Ganjar pun menitip pesan pada para santri untuk berani. Berani mewujudkan mimpi. Baik yang bercita-cita jadi kyai atau pengusaha, menurutnya, tak ada yang tak mungkin jika mau berusaha.
“Jangan lupa Nabi Muhammad adalah pengusaha hebat, dan saya kira santri dan santriwati ini kelak bisa jadi pengusaha hebat pula ,” katanya.