Politeknik Furniture di KIK Kendal Agustus 2018 Siap Terima Mahasiswa Baru

0
1173
Perkembangan pembangunan Kawasan Industri Kendal (KIK) belum menunjukkan perkembangan yang cepat. Dari 43 perusahaan yang sudah berkomitmen akan membangun di KIK, ternyata baru ada lima perusahaan yang sudah beroperasi.

Basuri Tjahaya Purnama selaku CEO KIK yang baru mengatakan, belum bisa menarget dalam jangka waktu berapa tahun semua perusahaan yang sudah komitmen itu membangun pabriknya. Menurutnya, membangun kawasan industri bertaraf internasional seperti KIK itu tidak mudah, karena harus mempersiapkan semua pendukung, terutama infrastruktur, baik infrastruktur jalan, ketersediaan air bersih dan kebutuhan listrik. “Salah satu kendalanya masalah air bersih, tapi sedang dipersiapkan untuk mengambil air dari Sungai Blorong,”kata Basuri, Sabtu (9/6/2018).
Basruri mengatakan, setiap perusahaan yang akan membangun selalu menanyakan ketersediaan air bersih dan listrik yang bisa dicukupi dengan harga yang tidak mahal. Karena itu, walaupun KIK berada dekat dengan laut, tapi tidak memanfaatkan air laut untuk diproses menjadi air bersih, karena membutuhkan biaya yang tinggi. “Kalau untuk kebutuhan listrik 1.000 mega what tidak ada masalah,”katanya.
Ada yang menggembirakan dari KIK, yaitu Politeknik Furniture yang peletakan batu pertamanya pada Oktober 2017 lalu ternyata pada Agustus 2018 mendatang mulai menerima mahasiswa baru. Perguruan tinggi bidang industri perkayuan tersebut dibangun untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja pabrik-pabrik yang dibangun di kawasan tersebut. “Sudah dipersiapkan, ketika lulus nanti sudah ada perusahaan yang menampungnya,”ujarnya.