Wonotenggang Merpati Club Gelar Lomba Balap Burung Merpati

Lomba balap burung merpati di Wonotenggang Rowosari

0
984
Sebanyak 550 pecinta burung merpati dari berbagai daerah menghikuti lomba balap burung kolongan yang digelar oleh Wonotenggang Merpati Club (WMC) di Desa Wonotenggang Kecamatan Rowosari, Minggu (15/7/2018). Lomba memperbutkan satu unit sepeda motor dan uang tunai belasan juta rupiah.  Lomba dibuka oleh Kepala Bidang (Kabid) Umum Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Jateng. 

Ketua Panitia Penyelenggara Lomba Balap Merpati Kolongan, Agus Priyo Kusuma mengatakan, tujuan utama lomba ini adalah memberikan wadah bagi para pecinta merpati untuk mengaktualisasikan hobinya. Selain itu menjadi wadah silahturahmi bagi para pecinta merpati.
 
“Lomba ini juga untuk menghindari praktek perjudian yang selama ini marak terjadi di kalangan pecinta merpati balap. Dimana burung diadu balap untuk dijadikan media perjudian. Nah disini, praktek segala bentuk perjudian kami larang, jika ada yang judi akan kami laporkan dan bawa ke pihak yang berwajib,” jelasnya.
 
Lomba balap merpati WMC dilakukan dengan merpati jantan dilepas dari jarak 950 meter. Pemenangnya adalah merpati yang bisa cepat sampai di kolong merah yang sudah ditentukan dan ketepatan untuk menempel atau mencari pasangan  merpati betinanya.
Kepala Bidang (Kabid) Umum Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Jateng mengatakan, di Jateng ini banyak para pecinta burung merpati balap. Ini bisa dilihat dari banyaknya spot kolong-kolong balap merpati yang ada di Jateng. Jumlahnya bisa mencapai ribuan, karena hampir disetiap desa ada.  Melihat banyaknya para penggemar merpati ini, maka sangat berpotensi menjadi destinasi wisata balap burung merpati kolong, sehingga bisa memberikan multiflier efect bagi masyarakat.  Di antaranya dapat mendatangkan wisatan. Selain itu banyak peternak burung yang untung, karena bisa jualan merpati dengan harga tinggi. “Ketika banyak peternak burung, maka penjual pakan burung, vitamin, kandang, pagupon dan lainnya juga bisa mendapatkan keuntungan,” tuturnya.
 
Diakuinya, DPKH Jateng bersama DPRD Jateng tengah membuatkan kebijakan bagi pecinta burung. Yakni Lomba Kicau Burung, Lomba Balap Merpati, Lomba Ketangkasan Ayam Jago. “Hal ini untuk melestarikan unggas dan pecinta unggas di Jateng serta menumbuhkan rasa kecintaan pada masyarakat pada unggas lokal,”ujarnya.