Rekanan dari Forjaskon Terima Penjelasan Terkait Gangguan Sistem Server Lelang

Rekanan jasa kontraktor pertanyakan penyebab server error

0
87

Sejumlah rekanan jasa kontraktor mempertanyakan terkendalanya sistem server yang tidak bisa digunakan untuk mengajukan penawaran proyek paket pekerjaan yang ditawarkan oleh pemerintah kabupaten Kendal. Eror terjadi pada hari terakhir pengajuan penawaran secara online, 8 Juni 2018. Akibatnya mereka gagal atau tidak bisa mengajukan penawaran tersebut. Mereka yang wakili Forum Jasa dan Konstruksi (Forjaskon) saat yang mempertanyakan terkendalanya sistem server diterima Sekda Kendal dan dinas terkait pada Selasa (17/7/2018) di Ruang Sekda Kendal.

Ketua Forjaskon Kendal, Adi Putra mengatakan, kedatangannya ingi mempertanyakan penyebab kejadian tersebut. Pasalnya, akibat adanya gangguan server, mereka dirugikan karena tidak bisa mengikuti lelang pekerjaan.

“Kami sangat menyayangkan dengan kejadian ini. Oleh karena itu kami ingin mengetahui penyebab kejadian tersebut, supaya di tahun-tahun berikutnya tidak terjadi lagi,”katanya.

Kepala ULP Kendal, Sudaryanto mengatakan pihaknya mengaku menerima laporan peserta lelang tidak bisa mengupload penawaran. Namun, pihaknya bukan yang mengelola server tersebut. Sebab yang mengelola server yakni Diskominfo Kendal. Permintaan para rekanan supaya ada perpanjangan batas waktu penawaran, tidak bisa dipenuhi, karena penawaran dibuka selama 4 hari dan hanya di hari terakhir yang mengalami gangguan. “Kebanyakan para peserta lelang lebih memilih waktu memasukkan penawaran pada akhir waktu, mungkin mereka baru sempatnya saat itu. Kami juga tidak bisa serta merta memenuhi permintaan untuk perpanjangan, karena setelah dicek ternyata sudah ada beberapa penawaran yang masuk. Perpanjangan bisa dilakukan jika ada alasan yang kuat dari Diskominfo,” terang dia.

Menanggapi hal itu, Kadis Kominfo Kabupaten Kendal Moeryono menyampaikan jika pihaknya terus memberikan pelayanan yang baik dan siaga 24 jam non stop. Semua server telah disiapkan dengan bandwidth yang baik pula, bahkan sudah menyipakan genset jika listrik padam. Selain itu, peralatan juga sudah diasesmen oleh pihak LKPP pusat, bahkan sudah ditinjau oleh KPK dan tidak ada masalah. “Jadi, dari sisi sistem tidak ada masalah dan peralatannya sudah canggih. Atas kejadian itu, mari saling koreksi dan melakukan pengawasan,”jelasnya.