Warga Desa Penjalin dan Desa Sumur Brangsong Minta Dibuatkan Jembatan Penyeberangan

Warga Desa Penjalin dan Desa Sumur tuntut dibuatkan JPO

0
63

Tuntutan warga terdampak pembangunan jalan tol Batang-Semarang di Desa Penjalin dan Desa Sumur Kecamatan Brangsong untuk dibuatkan jembatan penghubung orang (JPO) bakal segera dipenuhi. Hal ini terungkap saat audiensi warga dua desa dengan pihak PT Waskita dan Jasa Marga yang didampingi pihak PUPR Kendal Kamis 9 Agustus 2018 di rumah Kepala Desa Penjalin. Semula pihak PT Waskita selaku pelaksana pembangunan jalan tol hanya membuat jalan terowongan untuk menghubungkan dua desa tersebut.

Warga yang mengikuti audiensi mengenakan ikat  kepala tanda perjuangan dan sebagian membawa poster bertuliskan tuntutan permintaan tersebut. Di sekitar lokasi juga dipasang spanduk bertuliskan tuntutan warga. Audiensi di bawah pengamanan anggota Polri dan TNI berjalan aman dan cukup singkat, karena pihak Waskita bersedia memenuhi tuntutan warga.
Anggota DPRD Kendal, Samsul Huda yang memfasilitasi audiensi mengatakan, warga meminta dibuatkan jembatan penyeberangan karena untuk memudahkan akses penghubung bagi warga kedua desa, terutama para petani yang membawa hasil panennya. Pasalnya, jalan terowongan yang dibuat, medannya cukup curam dan agak sulit dilalui sepeda motor. “Hasil dari musyawarah yang dihadiri PT Waskita, Jasa Marga dan PUPR telah sepakat untuk membuat jalan terowongan dan JPO. Nanti pihaj PUPR Kendal yang akan menyampaikan ke Kementeria PUPR,”katanya.
Salah satu warga, Samiin mengatakan, jika tuntutan warga tidak segera dipenuhi, maka warga akan melakukan aksi demo, bahkan akan memblokir jalan. “Pokoknya kesepakatan tadi untuk membuatkan jembatan penyeberangan harus dipenuhi,”ucapnya.