Sekitar 571 Hektar Tanaman Padi di 7 Kecamatan Alami Kekeringan

Sebagian tanaman padi di 7 kecamatan di wilayah Kendal alami kekeringan

0
421
Sekitar 571 hektar tanaman padi di wilayah Kabupaten Kendal mengalami kekeringan akibat kemarau panjang saat ini. Tanaman padi tersebut berada di tujuh kecamatan, yaitu di Kecamatan Gemuh 2 hektar, Brangsong 123 hektar, Cepiring 141 hektar, Pegandon 12 hektar, Ngampel 7 hektar, Kendal 114 hektar dan Patebon 109 hektar.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Pandu Rapriat Rogojati mengatakan, tanaman padi yang mengalami kekeringan itu masih dikategorikan berisiko ringan, karena masih bisa diselamatkan dengan mengupayakan pengairan. Rata-rata memasuki masa generatif atau mulai pengisian bulir padi. Upaya yang dilakukan untuk menyelematkan tanaman padi tersebut yaitu dengan mengatur pembagian air secara bergilir 3 hari sekali. Selain itu pihak dinas juga memberikan bantuan pinjaman pompa air kepada kelompok tani yang membutuhkan. “Saat ini dari 19 unit pompa air yang ada di dinas, kini tinggal 5 unit, karena sudah dipinjam,”katanya.
Pandu mengatakan, berdasarkan informasi dari BMKG Provinsi Jawa Tengah, tahun 2018 ini merupakan kemarau panjang. Diperkirakan hujan baru mulai turun pada pertengahan November mendatang. Padahal pada tahun 2017 lalu, pada bulan September sudah mulai turun hujan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Diah Aning Budiarti menjelaskan, luas lahan baku secara keseluruhan di Kabupaten Kendal sekitar 25.078 hektar. Namun yang saat ini ditanami padi sekitar 14.197 hektar. Sebagian besar sudah hampir memasuki masa panen, namun ada juga baru mulai tanam, yaitu di wilayah Kendal atas. “Di wilayah Kendal atas saat ini baru mulai tanam sekitar 32 sampai 35 hektar,”kata Diah Aning.
Dikatakan, untuk memngurangi kerugian jika gagal panen, sebenarnya mulai tahun 2017 lalu pemerintah sudah mengeluarkan program Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP). Bagi petani yang mengikuti asuransi melalui kelompok tani, maka akan mendapatkan subsidi premi sebesar 80 persen atau petani hanya membayar 20 persen dari presmi yang harus dibayarkan. Yaitu untuk per hektar tanaman padi, petani hanya membayar Rp 36.000 dari total premi sebesar Rp 180.000, karena mendapat subsidi dari pemerintah. Bagi petani yang mengikuti asurani ini, jika mengalami gagal panen, akan mendpat kerugian sebesar Rp 6 juta untuk per hektar tanaman padi yang terkena fuso. “Masih jarang petani yang memanfaatkan asuransi ini. Di tahun 2018 ini dari luas tanaman padi 4.562,1089 hektar, hanya 74,953 hektar yang diikutkan aruransi,”jelasnya.