Peringati Hari Aksara Internasional Disdukbud Kendal Gelar Pentas Seni dan Pameran

Petnas Seni dan Pameran Hari Aksara Internasional di Disdikbud Kendal

0
495
Memperingati Hari Aksara Internasional ke 53, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal menggelar Pameran dan Pentas Seni PAUD dan PNF di Sanggar Pramuka Senin (10/9/2018). Pentas Seni menampilkan lima grup dari Himpaudi dan empat grup dari IGTKI. Sedangkan pameran yang terdiri dari 6 stand diikuti 20 PKBM dan SKB. Berbagai produk yang diunggulkan di antaranya wingko pohung (wingpo), kopi dan berbagai kerajinan. Selain itu, juga ditampilkan cara membatik, rias pengantin dan potong rambut gratis.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Kendal Drs. Agus Rivai, M.Pd. yang membuka acara tersebut memberikan apresiasi atas terselenggaranya peringatan Hari Aksara yang cukup meriah. Harapannya untuk ke depan bisa lebih meriah lagi. “Saya terkejut ketika melihat lokasi acara ini, tidak menyangka dibuat semeriah ini,”ucapnya.
Kadisdik Agus Rivai mengatakan, dalam program Pendidikan Non Formal, Disdikbud Kendal tidak hanya membuka Program Pendidikan Keaksaraan dan Pendidikan Kesetaraan Program Kejar Paket A, B dan C, tetapi juga membuka program Pendidikan Kecakapan Hidup yang meliputi pendidikan kewirausahaan dan pendidikan kecakapan kerja. “Program pendidikan kewirausahaan ada pelatihan berbagai keterampilan, seperti menjahit, membuat kue dan lainnya sesuai dengan kebutuhan di wilayah tiap-tiap PKBM berada,”jelasnya.
Seperti di PKBM Bina Warga Pegandon di tahun 2018 ini, selain membuka Pendidikan Kejar Paket juga mengadakan berbagai pelatihan kewirausahaan dan pendidikan kecakapan kerja. Ketua PKBM Bina Warga Pegandon, Maftukhin mengatakan, untuk pelatihan kewirausahaan memberikan pelatihan membuat berbagai macam kue. Sedangkan pendidikan kecakapan kerja memberikan pelatihan menjahit, yang lulusannya setelah mendapatkan sertifkat bisa digunakan untuk melamar kerja di pabrik atau membuka usaha sendiri dengan keterampilan yang telah didapat. “Tahun ini membuka lima kelompok belajar yang masing-masing beranggotakan 20 orang, yaitu tiga kelompok pelatihan kewirausahaan dan dua kelompok pelatihan kecakapan kerja,”jelasnya.
Maftukhin mengatakan, untuk kelompok kewirausahaan telah membuat berbagai makanan berbahan singkong (pohung), di antaranya wingpoh (wingko pohung), donat singkong, lapis singkong, brownis singkong, bolu singkong pelangi dan kornet singkong. Juga makanan lain di antaranya dadar pisang coklat, bolen pisang, es pisang ijo, wingko jagung, susu kedelai dan nugget. “Kami telah membuat Paguyuban Tetot Sejahtera yang sudah memiliki 60 gerobag jualan. Yang dijual di gerobag-gerobag itu adalah kue-kue yang dibuat oleh peserta PKBM untuk membantu memasarkan dalam bentuk kerja sama saling menguntungkan,”katanya.
Dikatakan, bagi peserta pendidikan kecakapan kerja, pesertanya adalah warga usia produktif 20 – 45 tahun sesuai ketentuan perusahaan. Pasalnya, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan besar yang bersedia menampung pekerja. “Kami menjalin kerja sama dengan perusahaan konveksi Apparel One yang siap menampung pekerja,”ujarnya.