Atlit Taekwondo dari Pemusatan Pendidikan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLOPD) Kabupaten Kendal Raih Banyak Prestasi

Atlit taekwondo dari Pemusatan Pendidikan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLOPD) Kabupaten Kendal raih banyak prestasi

0
60
Atlit taekwondo dari Pemusatan Pendidikan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLOPD) Kabupaten Kendal berhasil menyabet delapan mendali saat berlaga di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Championship Rektor UPN Cup III 2018. Kejuaraan  digelar selama tiga hari, tanggal 23 – 26 Agustus, di Giriloka UPN Veteran Jawa Timur.

Mendali emas diraih oleh Bayu Edi Setiawan  turun di kelas junior under 48 Kg (SMAN 1 Weleri), Muhammad Rivandy Mahya  turun di kelas pra kadet c under 37 Kg (SMPN 1 Kendal), Muhammad Rizal Himawan turun di kelas junior under 51 Kg ( SMK Muhammadiyah 3 Weleri) dan Noni Sanrisa Yun Aldian turun di kelas junior under 52 Kg (SMAN 1 Sukorejo).  Mendali perak diraih Salsabilla Chairunisa turun di kelas kadet under 37 Kg (SMPN 1 Brangsong) dan M Aditya Tri Laksana Mahya Putra turun di pemula c under 48 Kg (SDN 5 Krajan Kulon, Kaliwungu). Untuk atlit peraih perunggu Desta Bagus Ananda turun di kelas junior under 45 Kg (SMPN 1 Weleri) dan Nouvandita Ahgistia Fahrani turunm di kelas  junior under 46 Kg (SMPN 1 Brangsong).
Pelatih I taekwondo PPLOPD, Luqman Barata mengungkapkan, dalam waktu dekat mereka akan kembali bertanding di Kejurnas Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta. Dalam mengahadapi Kejurnas AAU Yogyakarta itu PPLOPD sudah melakukan berbagai persiapan. Selain mempersiapkan mental juga mengembleng para atlit secara intensif sebanyak empat kali dalam satu minggu. “Dengan segala keterbatasan anggaran dan sarana prasarana selama latihan. tidak menjadikan surut dan patah semangat untuk tetap bisa nantinya mempersembahkan prestasi,”ucapnya.
Luqman mengatakan, pada iven lainnya mereka mampu dapat meraih prestasi. Seperti pada Kejurda 2017 meraih sebagai juara umum III. Pada Kejurna UNS di Solo, atlit yang kita kirim ikut berlaga berhasil meraih 1 emas 3 perak dan 3 perunggu. Kalau pada Kejurnas di Jatim kami terjunkan 9 altit, hanya 1 atlit yang belum berkesempatan raih prestasi adalah Adrian Firmansyah. Kalau lawan yang berat bagi kami adalah atlit dari Semarang dan Solo. “Mereka perkembanganya dalam cabang olahraga taekwondo  cukup pesat,” ungkapnya didampingi asisten pelatih Agung Eka Fambudi.
Sementara itu, orangtua atlit, Sukamto, mengaku bangga dengan pretasi yang sudah ditorehkan oleh atlit-atlit dari PPLOPD. Meskipun mereka berangkat di bawah bendera PPLOPD, prestasi yang membanggakan itu tak hanya membawa nama harum Kabupaten Kendal, akan tetapi juga membawa nama baik lembaga pendidikan tempatnya belajar. Sehingga perlunya mereka mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah daerah dan lembaga pendidikan tempatnya belajar. Sehingga dengan perhatian itu dapat mendorong mereka untuk terus berprestasi ke tingkat yang lebih tinggi. “Bantuan dari dinas terkait setiap tahunnya hanya untuk digunakan satu kali kegiatan ikut kejuaraan. Selebihnya dari swadaya pelatih dan orangtua atlit. Seperti berangkat ikut Kejurnas di Jatim tidak murni dari biaya bantuan dinas terkait akan tetapi ada dari unsur swadaya. Ya harapannya ada perhatian lebih dari pemerintah daerah agar bisa menambah semangat atlit untuk terus berprestasi,”harapnya.