Seorang Aktivis Lingkungan di Kendal Diduga Salahgunakan Bansos

Kejari Kendal tahan aktivis lingkungan yang diduga salahgunakan bansos

0
409

Aktivis sosial bernama Sutriatmo akhirnya ditetapkan sebaga tersangka terkait kasus korupsi dana bantuan sosial dari Kementerian Sosial yang diberikan kepada Kelompok Usaha Bersama (Kube) di Kendal. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendal pada Rabu (26/9/2018) resmi menahan tersangka usai diperiksa kesehatannya di RSUD dr Soewondo Kendal. Dalam kasus itu Sutriatmo diduga menggelapkan uang bantuan yang ditujukan kepada Kube dengan kerugian sebesar 52 juta rupiah.

Pelaksanan Harian (Plh) Kasie Intel Kejari Kendal, Suwono mengatakan, pada mulanya tersangka membuatkan proposal pengajuan bantuan peningkatan usaha dari Kemensos melalui budidaya cacing konsumsi untuk sembilan Kube. Namun setelah para Kube mendapatkan bantuan dari Kemensos, uang bantuan tersebut diminta oleh tersangka untuk dibelanjakan bibit cacing.
“Setelah disetujui dari kemesos, dana bantuan tersebut dikirim tiap rekening bank ketua Kube. Nilainya 20 juta tiap Kube. Namun tersangka malah meminta uang tersebut dari para Kube untuk dibelanjakan bibit cacing tersebut, masyarakat percaya saja karena menilai tersangka merupakan aktivis yang rutin membantu masyarakat” jelasnya.

Ia menambahkan kasus itu dapat terkuak atas laporan dari masyarakat yang menilai bahwa yang dibelanjakan tidak sesuai dengan yang tercantum dalam proposal. Laporan masyarakat tersebut menilai bahwa tersangka hanya membelanjakan sebagian saja uang milik para kube.

“Ada yang jumlah bibitnya sedikit dan ada yang jenis cacingnya tidak sesuai dengan proposal,” paparnya

Saat ini pihaknya telah melakukan pelimpahan tahap dua yakni pelimpahan berkas perkara dan tersangka berikut barang bukti dari penyidik kejaksaan kepada Jaksa Penuntut Umum untuk disusun dakwaan untuk tersangka.

“JPU yang ditunjuk untuk kasus tersebut ada empat yakni Muhammad Gandara,  Leli Maelinda, Fitria Eka dan Joko Sutrino,” jelasnya.

JPU kasus tersebut M Gandara mengatakan dalam waktu dekat pihaknya juga akan melimpahkan kasus tersebut ke Pengadilan Tipikor Semarang untuk dilakukan proses penyidangan. Sedangkan saat ini tersangka dititipkan di Lapas Kelas IIA Kendal.

“Mungkin pekan ini kami akan melimpahkan ke pengadilan tipikor karena mengingat pertimbangan dalam KUHAP (Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana) yang mana masa tahanan tersangka hanya 20 hari saja,” jelasnya

Dakwaannya yaitu Primair, Pasal 2 ayat 1 Juncto Pasal 18 Undang-undang (UU) nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambahkan dalam UU nomor 20 tahun 2001 tentang pembrantasan tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan Subsider Pasal 3 di UU yang sama.