Sebanyak 96 Bidan Ikuti Pelatihan PPGDON

Akbid Pemkab Kendal adakan Pelatihan PPGDON

0
41
Seorang bidan ternyata tidak hanya dituntut profesional menangani ibu hamil atau ibu melahirkan, tapi seorang bidan juga dituntut mampu menangani kejadian kegawatdaruratan lainnya, seperti menangani korban kecelakaan. Hal ini diperlihatkan dalam simulasi penanganan kejadian kecelakaan yang diadakan oleh Akbid Pemkab Kendal, Minggu (04/11/2018) sore di depan Stadion Madya Kendal.

Dalam simulasi itu diperlihatkan adanya kejadian kecelakaan sebuah mobil yang sarat penumpang yang juga menimbulkan kebakaran akibat percikan api dari kendaraan yang mengalami kecelakaan. Dalam situasi darurat seperti itu, para bidan harus mampu mengambil langkah untuk memberikan pertolongan para korban. Selain menyelematkan para korban, juga mengambil langkah cepat untuk meminta bantuan mendatangkan ambulan terdekat, pemadam kebakaran dan kepolisian.
Pembantu Direktur II Akbid Pemkab Kendal, Rosihan selaku panitia mengatakan, simulasi ini merupakan rangkaian terakhir Pelatihan Pertolongan Pertama Kegawatdaruratan Obstetrik dan Neonatus (PPGDON). Kasus gawat darurat obstetri adalah kasus obstetri yang apabila tidak segera ditangani akan berakibat kematian ibu dan janinnya. Kasus ini menjadi penyebab utama kematian ibu janin dan bayi baru lahir. Pelatihan PPGDON dilakukan selama lima hari, mulai Rabu (31/10/2018) sampai Minggu (04/11/2018) dengan materi mulai pre test, teori, post test dan praktek. “Simulasi ini merupakan salah satu praktek yang tim penilainya dari Tim PSC 119 Pusat,”katanya.
Rosihan mengatakan, pelatihan ini untuk mendapatkan Sertifikat PPGDON yang merupakan salah satu persyaratan untuk bekerja di rumah sakit atau puskesmas. Namun pihaknya tidak mewajibkan bagi lulusan Akbid Pemkab Kendal untuk mengikuti pelatihan ini. “Sertifikat PPGDON ini sangat dibutuhkan bagi bidan, karena menjadi salah satu persyaratan untuk bekerja di rumah sakit maupun pueskesmas,’ujarnya.
Direktur Akbid Pemkab Kendal, Khobibah, SSIT, M.Kes. mengatakan, pelatihan ini diadakan setahun sekali, karena untuk memenuhi para lulusan Akbid Pemkab Kendal maupun para bidan lain. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas dalan penanganan kegawatdaruratan umum, ibu dan bayi. “Pelatihan ini diikuti 96 peserta, tidak hanya lulusan Akbid Pemkab Kendal, tapi yang 30 persen peserta dari luar Akbid ini,”jelasnya.