Sambut Masa Tanam, Warga Desa Sidomulyo Cepiring Gelar Kirab Mongso Labuh

Warga Desa Sidomulyo Cepiring Gelar Kirab Mongso Labuh

0
100
Ratusan warga  Desa Sidomulyo Kecamatan Cepiring menggelar Kirab Mongso Labuh pada Minggu (4/11/2018). Acara ini dilaksanakan untuk menyambut musim tanam  di Desa Sidomulyo yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali, karena musim tanam di Desa Sidomulyo setahun dua kali. Kegiatan ini yang biasanya hanya diisi dengan Selametan dan Do’a bersama, namun agar lebih semarak, kali ini digelar dengan mengarak Gunungan dari Balai Desa Sidomulyo menuju ke Brak atau gubuk semi permanen yang sering di gunakan para petani untuk bermusyawarah. Di area Brak disambut dengan alunan musik gamelan Kebo Giro dan dilanjutkan dengan penampilan seni tari tradisional Tari Gambyong. Setelah itu ada sambutan – sambutan dari Kepala Desa Sidomulyo, perwakilan Camat Cepiring dan perwakilan Kelompok Tani. Acara ini melibatkan seluruh elemen masyarakat di Desa Sidomulyo, baik dari Pemerintahan Desa, Organisasi Kepemudaan, Kelompok Tani, GP Ansor, Irmas dan tokoh masyarakat.
Yang paling sakral dalam acara ini adalah perkawinan simbolis bibit padi laki-laki dan bibit perempuan yang bertujuan untuk menghasilkan bibit unggul. Harapannya agar musim tanam mendapat hasil yang melimpah dan berkah. Acara ditutup dengan Selamatan dan do’a bersama.

Menurut, Dian, warga Desa Sidomulyo, kegiatan ini sangat menarik dan mendidik, karena dapat melestarikan budaya yang hampir hilang ditelan zaman. Ia berharap, pada di musim tanam yang akan datang bisa digelar dengan lebih baik lagi. “Bagus sekali, kalau bisa untuk yang akan datang bisa lebih meriah lagi,”harapnya.
Begitu pula menurut Alfiyan, anggota Sanggar Kejeling, bahwa acara seperti ini harus terus dilestarikan dan dikembangkan, karena kegiatan seperti ini mampu meningkatkan kebersamaan, kerukunan, dan gotongroyong masyarakat. Selain itu di era yang serba modern ini orang-orang sudah mulai lupa dengan budayanya sendiri. “Kalau bukan kita yang melestarikan ya siapa lagi ?”ucapnya.
Pemberhati kebudayaan Ulin Nuha mengatakan, kegiatan seperti ini perlu mendapat perhatian dari aparatur desa atau pamong desa. Tidak hanya memperhatikan pembangunan fisik, seperti pembangunan infrastruktur jalan, tapi pembangunan non fisik, seperti pengembangan seni budaya juga perlu diperhatikan. “Jika ada kebersamaan seperti ini, tentu dapat mendorong warga desa untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan desa secara aktif, sehingga mampu membangun roda perekonomian di desa,”ujarnya.