Puluhan Keris Zaman Kerajaan Ikut Dipamerkan pada Pameran Keris di GOR Bahurekso Kendal

Pameran dan lomba keris nasional di GOR Bahurekso Kendal

0
42
Puluhan keris peninggalan Kerajaan Singosari, Majapahit,  Demak, Kediri, Pajang dan Mataram Sultan Agung ikut dipamerkan pada Pameran dan Lomba Koleksi Keris Nasional memperingati Hari Pahlawan 10 November dan Hari Juang Kartika ke-73 yang digelar di GOR Bahurekso Kendal, Jumat sampai Minggu tanggal 9-11 November 2018. Diikuti 120 peserta dari Jawa dan luar Jawa, di antaranya dari Jogja, Solo, Lombok, Bali dan Palembang. Lomba keris ini memperebutkan Dandim Cup Kendal berhadiah uang tunai jutaan rupiah dan hadiah door prize.

Ketua Panitia, Jupriono mengatakan, benda keris yang dipamerkan sekitar 500 keris dan tombak. Tujuan pameran ini untuk memberikan wawasan kepada generasi penerus, bahwa keris sebagai peninggalan budaya leluhur merupakan benda seni budaya yaitu seni tempa. Bukan sebagai benda klenik yang berbau syirik.
“Harapannya agar generasi muda bangga dengan warisan budaya yang bernilai tinggi, seperti keris ini yang dan sudah diakui karya seni budaya Indonesia. Mencintai seni budaya sendiri merupakan perwujudan cinta tanah air, sehingga menjadi generasi yang berbudaya dan cinta tanah air,” katanya saat pembukaan pameran di GOR Bahurekso, Jumat (09/11/2018).
Dikatakan, dalam rangkaian kegiatan ini juga diadakan Lomba Perkutut Lokal yang digelar Area Parkir Stadion Utama Kendal pada Minggu 11 November 2018. Lomba perkutut akan diikuti 300 peserta dari berbagai daerah. “Kami memilih lomba perkutut lokal ini untuk membuktikan, bahwa burung perkutut lokal ini justru lebih unggul dibanding jenis burung lain yang impor dari luar negeri,”katanya.
Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur bersama Dandim 0715 Kendal Letkol Czi. Hendro Edi Busono. Pembukaan dimeriahkan gelar seni budaya, seperti tari tradisional dan drum blek. Ditampilkan pula bazar UMKM yang menjual barang-barang kerajinan, seperti sarung keris, souvenir kayu dan ukir.
Wakil Bupati Masrur Masykur mengatakan, digelarnya pameran keris ini merupakan salah satu bentuk rasa cinta terhadap budaya sendiri. Beliau mengajak kepada anak-anak muda agar bangkit dan lebih bergairah untuk melestarikan budaya Indonesia. “Cintailah budaya kita sendiri dan jangan terpengaruh dengan budaya luar yang belum tentu sesuai dengan nilai-nilai budaya kita,”ajaknya.