Kabupaten Kendal sudah Bebas dari Desa Tertinggal

Bursa Desa Inovasi Kabupaten Kendal 2018

0
435
Kabupaten Kendal di tahun 2018 ini sudah dinyatakan bebas desa tertinggal. Hal ini disampaikan Kepala Dispermasdes Kendal Ir. Subaedi saat gelar Bursa Desa Inovasi di lapangan Desa Sambongsari Weleri Rabu (14/11/2018). Bahkan 8 desa dinyatakan sebagai desa mandiri dan 2 desa di antaranya, yaitu Desa  Karangdowo dan Nawangsari masuk 100 desa inovatif terbaik di Indonesia. Selain itu ada dua desa yaitu Desa Gondang dan Desa Limbangan Kecamatan Limbangan mendapat penghargaan sebagai Desa Proklim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

“Kendal bisa bebas desa tertinggal di tahun 2018, padahal pemerintah pusat menargetkan Indonesia bebas desa tertinggal itu di tahun 2020, berarti Kendal bisa lebih cepat” katanya.
Subaedi mengatakan Pemkab Kendal juga memberikan penghargaan kepada Desa Bringinsari Kec Sukorejo sebagai Desa Inovasi yang telah membuat Perdes tentang Larangan Menjual Mira. Kemudian Desa Tambaksari Rowosari Kecamatan Rowosari mendapat penghargaan desa inovasi bidang pemberdayaan usaha ekonomi desa. Desa Tambaksari ini pada APBDes 2018 yang terbesar mengalokasikan anggarannya untuk program pemberdayaan masyarakat, sebesar 8 persen lebih.
“Selama tiga tahun Dana Desa bergulir, sebagian besar anggarannya yaitu 98 persen untuk pembangunan fisik, sedangkan yang 2 persen untuk progrem pemberdayaan masyarakat. Harapan pemerintah agar program pemberdayaan masyarakat juga diperhatikan,”katanya.
Bupati Kendal Mirna Annisa berharap dengan digelarnya Bursa Desa Inovasi ini, maka antar desa bisa saling berbagi ilmu, saling interaksi atau sharing program. Kemudian bisa meniru atau mengadopasi inovasi dari desa lain untuk diterapkan di desanya. Harapannya agar kegiatan seperti bisa terus berjalan, sehingga satu sama lain saling mengisi untuk bersama-sama memajukan desa.
“Kami salut kepada para kades yang telah bekerja maksimal dalam memajukan desanya masing-masing. Para kades inilah sebagai penglima dalam memajukan desa,”ucapnya.
Kepala Dispermades Dukcapil Provinsi Jateng Suharyanto mengatakan, banyak potensi luar biasa yang berada di desa-desa. Harapannya agar desa-desa terus bergerak demi memajukan desanya dengan menggali potensi dan mengelola dengan baik, sehingga menjadi potensi yang berdaya guna untuk dikelola secara maksimal. “Kami harap, inovasi ini terus berjalan mengikuti perkembangan zaman,”harapnya.