Sebanyak 25.466 Warga Kabupaten Kendal belum Rekam Data E-KTP

Sebelum 1 Januaru 2019, warga harus lakukan perekaman data e KTP

0
96

Pemerintah memberikan batas maksimal sampai akhir Desember 2018 bagi warga untuk melakukan perekaman data e KTP. Jika sampat batas waktu tersebut tidak melakukan perekaman data e KTP, maka data kependudukannya akan diblokir.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kendal Bambang Dwiono mengatakan, warga yang data kependudukannya diblokir karena belum melakukan perekaman data e KTP, maka akan kesulitan melakukan transaksi dengan lembaga yang pelayanannya berhubungan dengan data kependudukan, seperti perbankan, sehingga tidak bisa melakukan transasi dengan bank, seperti pengambilan uang di bank.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga agar segera melakukan perekaman data e KTP yang bisa dilakukan di masing-masing kecamatan atau ke kantor Dispendukcapil,” imbaunya, Jumat (30/11/2018).

Dikatakan, sampai akhir November ini masih ada sekitar 25.466 warga Kabupaten Kendal yang belum melakukan perekaman data e KTP. Perekaman data e KTP adalah hak warga, sehingga seharusnya dilakukan, namun karena berbagai hal banyak warga yang belum melakukan perekeman data e KTP. Blokir data kependudukan akan dibuka lagi jika warga melakukan perekaman data e KTP. “Data kependudukan itu penting, bukan hanya e KTP, tapi juga KK, Akta Kelahiran dan Akta Kematian, sehingga harus dimiliki oleh tiap warga,” ujarnya.

Bambang mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan agar warga bisa melakukan perekaman. Selain terus melakukan sosialisasi, juga melakukan jemput bola ke desa-desa, bahkan datang ke sekolah untuk melakukan perekaman dara e KTP bagi pelajar yang sudah berusia 17 tahun. “Kamai terus menghimbau dan melakukan sosialisasi, seperti lewat spanduk maupun brosur kepada m,asyarakat,” pungkasnya.