Ketua KPAI Kendal, Ali Martin: Stop Bully Anak!

Sosialisasi tentang Perlindungan Anak

0
80
Tindakan bullying ini ternyata sangat berdampak negatif terhadap tumbuh kembang anak. Seperti mengakibatkan  stress, depresi bahkan sampai pada psikosomatik sampai tindakan bunuh diri.  Hal ini disampaikan Ketua KPAI Kendal, Ali Martin disela Sosialisasi Undang-undang Nomor 35 tahun 2015 Tentang Perlindungan Anak dan Sosialisasi Perbup nomor 59 tahnn 2018 tentang Pelaksanaan Pengasuhan dan Pengangkatan Anak di Kendal, di Pendopo Kecamatan Weleri, Senin (3/12/2018).

“Stres dan depresi kerap mengakibatkan minat dan prestasi sekolah anak menurun, karena anak menjadi malu dan minder dikelas,” tuturnya.
 
Dalam sosialisasi yang dihelat Dinas Pengendalian Penduduk KB Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kendal  itu Martin mengatakan, tindakan bully ada beberapa bentuk yang  marak dan kerap dilakukan sesama anak, guru kepada siswa, orang tua kepada anak dan kakak kepada adiknya. Seperti bully fisik; menampar, memalak, melempar dengan barang, menghukum dengan berlari keliling lapangan, menghukum dengan cara push-up dan sebagainya. 
 
Bullying verbal seperti memaki, menghina, memberikan menjuluki negatif, meneriaki, mempermalukan di depan umum, menyoraki, menebar gossip, memfitnah dan sebagianya. Ada juga bullying mental mengancam, teror, mendiamkan, mengucilkan, memelototi dan mencibir. 
 
“Yang paling tren dan banyak dilakukan adalah Bullying Cyber yang marak terjadi di media sosial. Yakni dengan mempermalukan, mengolok-olok orang dengan menyebar isu tertentu di media sosial,” tandasnya.
 
Penyebab terjadi tindakan bullying ada beberapa faktor, seperti pribadi anak itu sendiri, keluarga, lingkungan, sekolah, pengaruh media. “Solusinya adalah dengan membangun persepsi sama antar pendidik dan tenaga kependidikan, orangtua dan masyarakat tentang perlindungan anak. Sehingga semua sama-sama memahami pentingnya melindungi anak demi masa depan mereka,” imbuhnya.
 
Pemateri lainnya dari Bagian Hukum Setda Kendal, Muhammad Labib menyampaikan perihal Perbup nomor 59 tahun 2018 tentang Pelaksanaan Pengasuhan dan Pengangkatan Anak di Kendal. Menurutnya pengasuhan dan pengangkatan anak dapat dilakukan jika orang tuanya tidak dapat menjamin keberlangsungan hidup anak untuk mendapatkan hak-haknya. 
 
“Syarat pengasuhan dan pengangkatan harus calon wali  atau lembaga pengasuhan harus seagama. Hal ini agar anak bisa menjalankan agama sesuai yang diyakininya. Selain itu, sebelum pengasuhan dilalukan harus ada rekomendasi dari Dinas Sosial setempat,” tandasnya.