Komunitas Sastra Pelataran Sastra Kaliwungu Gelar Pelatihan Menulis Puisi

Komunitas Sastra Pelataran Sastra Kaliwungu (PSK) mengadakan Pelatihan Menulis Puisi

0
99
Komunitas Sastra Pelataran Sastra Kaliwungu (PSK) mengadakan mengadakan Pelatihan Menulis Puisi yang digelar di Gedung MI NU 04 Kumpulrejo Kaliwungu, Minggu (02/12/2018). Pelatihan ini diikuti kurang lebih 25 peserta dari beberapa sekolah dan mahasiswa dari Kendal dan Semarang serta masyarakat umum, seperti UNISS, UIN, UPGRIS, UNNES dan UNDIP. Kegiatan ini menghadirkan Heri Condro Santoso, atau yang lebih akrab disapa Heri C.S. seorang penyair, jurnalis dan pegiat Komunitas Lereng Medini.

Bahrul Ulum A. Malik, Presiden PSK mengatakan, kegiatan ini merupakan cara untuk merayakan HUT ke-7 Komunitas PSK tanggal 9 Desember 2018. Di usia yang begitu belia bagi umur sebuah komunitas, tetapi eksistensi dan keistiqomahan sebuah komunitas. “Terima kasih atas partisipasi para peserta dan berharap setelah pelatihan ini ada beberapa peserta dapat memanfaatkan apa yang didapatkan nantinya, dengan menekuni menulis,” harapnya.
Kegiatan diawali dengan musik akust dan pembacaan puisi oleh Bima W.S. dan M. Lukluk Atsmara Anjaina dengan membawakan lagu Sesuatu Yang Tertunda – Iwan Fals feat Padi dan pembacaan puisi biarkanlah jiwamu berlibur, hei penyair – Wiji Thukul. Kemudian dilanjutkan materi oleh Heri C.S.
Mengawali pembicaraannya Heri C.S. mengajak peserta untuk lebih dulu mencintai budaya literasi atau membaca dan menulis. Beliau mengungkapkan bahwa budaya literasi musti dihidupkan sebelum lebih jauh mengenali puisi. “Budaya membaca musti kita hidupkan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Heri yang juga penulis buku Perjumpaan: Sandiaga, Martin dan Boja (Bunga Rampai Esai 2010 – 2015) ini mengajak para peserta untuk berkenalan dengan puisi. Beliau memberikan metode berkenalan dengan puisi dengan meminjam metode yang diajarkan Ki Hajar Dewantara dalam kegiatan belajar mengajar di perguruan Taman Siswa yang didirikannya. Metode ini dikenal dengan sebutan metode N-3 (niteni-nirokake-nambahi). Metode ini merupakan metode paling praktis dan efisien untuk diterapkan dalam mengenali puisi.
”Dengan Niteni atau memperhatikan, kita perlu menyediakan waktu untuk membaca dan mengetahui banyak penyair berserta puisinya. Kita akan lebih mudah untuk mengenal dan memahami bentuk maupun gaya kebahasaan dalam puisi dan mencoba memilih puisi yang disukai. Yang kedua Nirokake atau menirukan, kita perlu mencoba menciptakan puisi dengan cara menirukan puisi yang disukai tadi sampai benar-benar menemukan kesamaan. Dan yang terakhir Nambahi atau menambah karya dengan mengembangkan puisi-puisi itu.” ujar Heri secara gamblang.
Kemudian acara dilanjutkan dengan praktik penciptaan puisi. Peserta diminta untuk mencipta puisi tentang apa saja yang ada dalam pikirannya kemudian dituangkan dalam kertas yang dibagikan panitia. Dari hasil penciptaan ini beberapa puisi diulas oleh Heri C.S. dan diapresiasi dengan membagikan beberapa buku puisi yang dibawanya pribadi.